Menko Airlangga: Transformasi Digital Jadi Pondasi Pemulihan Ekonomi Nasional

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 16 September 2020
loading...

\Indolinear.com, Jakarta – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang juga Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah menyadari pentingnya penyediaan dan pengembangan infrastruktur digital untuk pemulihan ekonomi.

Sejumlah langkah pun sedang ditempuh, antara lain melalui perluasan jaringan 4G, pengoperasian satelit multifungsi SATRIA, pembangunan Data Center Pemerintah, dan Pengembangan 5G.

“Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi percepatan transformasi digital. Hal ini penting sebagai penguat pondasi perekonomian untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” kata Menko Airlangga dalam Sarasehan 100 Ekonom, yang digelar secara daring, dilansir dari Tribunnews.com (15/09/2020).

Dalam acara bertajuk “Transformasi Ekonomi Indonesia Menjadi Negara Maju dari Sisi Keuangan, Investasi, Ekspor, dan UMKM” ini, Menko Airlangga menjelaskan, sebanyak 12.548 desa/kelurahan belum terjangkau 4G dari total 83.218 desa/kelurahan.

“Ini akan terus didorong terutama yang ada di wilayah 3T, yaitu tertinggal, terluar, terdepan. Jumlahnya sebanyak 9.113 desa/kelurahan,” ujarnya.

Terkait pembangunan Data Center Pemerintah, Menko Airlangga menerangkan, pemerintah akan membangun Pusat Data Nasional di wilayah Jabodetabek dan Batam.

“Kemudan mengenai 5G tentu akan disiapkan bertahap dengan uji coba diprioritaskan di kawasan-kawasan yang ingin melaksanakan revolusi industri keempat ataupun kawasan industri terintegrasi. Uji coba ini akan dilakukan secara terbatas,” imbuhnya.

Data menunjukkan, Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen hingga 6 persen untuk bisa keluar dari middle income trap.

Untuk itu, beberapa hal yang harus didorong adalah penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan peningkatan produktivitas melalui transformasi digital.

Airlangga juga menyebutkan, Indonesia memiliki modal yang baik untuk melaksanakan transformasi digital.

Sebab, lanjutnya, di tahun 2019, populasi internet sudah mencapai 180 juta orang (67 persen), pengguna internet aktif sebanyak 150 juta orang (56 persen), pengguna layanan online sebanyak 105 juta orang (39 persen), serta sebesar 32 persen dari populasi adalah Gen Y (20-39 tahun) yaitu yang paling cepat mengadopsi teknologi.

“Usia tersebut konsisten dengan mayoritas peserta program Kartu Prakerja, dengan latar belakang pendidikan terbesar adalah SMA,”ucapnya.

Adapun potensi ekonomi digital di tahun 2025 untuk Indonesia adalah sebesar 133 miliar dolar AS dan sebesar 300 miliar dolar AS untuk ASEAN.

“Untuk itu, revolusi industri keempat atau Making Indonesia 4.0 akan terus didorong dan diharapkan menjadi enabler pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Airlangga. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: