Menjelajah Malam Gunung Sunda, Panji Petualang Akhirnya Bertemu dengan Ular Naga

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Jumat, 6 Mei 2022
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Selama ini banyak yang mengira ular naga cuma mitos dan hanya ada di cerita-cerita wayang atau komik.

Tapi keberadaan ular naga ternyata bukan mitos. Seekor ular naga baru saja menampakkan diri di Gunung Sunda, Bandung, Jawa Barat.

YouTuber sekaligus pawang ular terkenal, Panji Petualang, baru saja menemukan ular naga yang menurutnya sangat langka.

Ular tersebut ditemukan saat Panji Petualang dan ketiga temannya melakukan penelusuran atau ekspedisi di Gunung Sunda.

Penemuan berawal ketika Panji Petualang melihat ada seekor ular bertubuh sangat kecil di selokan yang dia lewati.

Dengan membungkuk, Panji Petualang mengamati ular kecil berwarna abu-abu tersebut. Tak lama kemudian, Panji Petualang memastikan itu adalah ular naga.

Namun salah satu teman Panji Petualang yang bertugas merekam seperti tidak percaya. Masalahnya, ular itu sangat kecil dan bentuknya justru seperti cacing raksasa.

Panji Petualang kemudian mengambil salah satu dari dua ekor ular misterius yang menurutnya sedang berburu mangsa tersebut.

Kepada ketiga temannya Panji Petualang mengatakan ular naga sebenarnya bukan mitos, tapi memang benar-benar ada, dilansir dari Dream.co.id (04/05/2022).

Tidak seperti ular pada umumnya yang bersisik, ular naga itu memiliki kulit yang kasar. Di sepanjang punggung ular penunggu Gunung Sunda itu dipenuhi duri.

Hanya saja, ular naga yang ditemukan Panji Petualang tidak memiliki tanduk, sayap, kaki, atau semburan api seperti yang digambarkan mitos di berbagai negara.

Dalam videonya yang tayang pada 15 Februari 2022 itu, Panji Petualang menjelaskan jika ular naga tersebut memiliki nama Latin Xenodermus javanicus.

Sesuai dengan namanya, maka ular naga ini endemik Pulau Jawa. Artinya ular naga tersebut hanya ada di Pulau Jawa.

” Kalau tadi Panji bilang ini ular naga, ya ini adalah ular naga. Karena sesuai namanya Dragon Snake,” kata Panji Petualang.

Disebut dragon snake atau ular naga karena memiliki anatomi atau bentuk tubuh yang tidak lazim.

Lazimnya ular itu memiliki sisik di sekujur tubuhnya. Kalau ular naga ini kayak biawak.

” Kulitnya tidak ada sisik, tapi kasar dan dipenuhi tonjolan tulang mulai dari leher hingga ke ekor,” tambah Panji Petualang.

Menurut Panji Petualang, ular naga sangat sulit ditemukan karena hanya ada di lokasi-lokasi tertentu saja.

” Pokoknya, dia ini adalah penguasa ketinggian. Biasanya di daerah-daerah pengunungan kebun teh yang deket-deket air.

” Dia ini semi akuatik, di aliran-aliran air yang kecil dan di bawah tumpukan daun yang lembab,” katanya.

Ular naga yang tidak berbisa ini makanannya terdiri dari hewan-hewan berukuran kecil seperti kadal, katak, larva dan cacing.

Panji menyebutkan reptil ini merupakan ular naga asli yang hidup di pedalaman-pedalaman hutan yang masih belum terjamah oleh manusia.

” Ini spesies ular unik yang berasal dari area ketiggian di Pulau Jawa. Indonesia harus bangga punya hewan ini karena hanya bisa ditemukan di Pulau Jawa,” ujarnya.

Panji sendiri mengaku dia sebenarnya cukup terkejut dan tidak menyangka menemukan ular naga di Gunung Sunda.

” Dia langka banget. Makanya gua dari tadi bengong aja. Xenodermus, Jawa Barat? Karena biasanya ular ini tuh hanya ditemukan di lereng Gunung Slamet,” pungkas Panji Petualang. (Uli)