Menjadi Tuan Rumah Forum P20, BKSAP Akan Terus Suarakan Kepentingan Nasional

FOTO: dpr.go.id/indolinear.com
Senin, 23 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana menyatakan, pihaknya akan selalu menyuarakan kepentingan nasional dalam setiap forum-forum dunia internasional. Apalagi pada tahun ini Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah Forum Parlemen Negara G20 atau Forum P20 pada Oktober 2022 mendatang. Menurutnya, ini bisa jadi momentum kebangkitan pemulihan ekonomi Indonesia dan berbagai sektor lainnya karena sejak 2 tahun yang lalu terjadi pandemi Covid-19.

Dalam hal ini, Indonesia yang memiliki potensi wisata begitu besar, komoditas dan kearifan lokal yang beragam sangat berkepentingan untuk selalu terus menyuarakan dalam forum-forum Internasional seperti P20 ini. Putu menegaskan, yang paling penting pada P20 nanti adalah kerja keras dari seluruh Anggota Parlemen Indonesia untuk kepentingan Merah Putih, melalui BKSAP sebagai ujung tombak diplomasi di parlemen.

“Dalam Forum P20 juga, kita ingin menyuarakan isu climate change, dimana Indonesia sudah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan untuk menanggapi perubahan iklim. Untuk itu, kontribusi negara-negara maju melalui skema Green Climate Fund (GCF) untuk membantu negara berkembang seperti Indonesia diharapkan kontribusi pendanaannya bisa maksimal melalui diplomasi,” ujar Putu saat diwawancarai Parlementaria di Bogor, Jawa Barat, dilansir dari Dpr.go.id (22/05/2022).

Politisi Partai Demokrat ini juga mengungkapkan, belum lama ini BKSAP telah berhasil menyelenggarakan Sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Bali yang dihadiri 115 negara. Dimana BKSAP juga telah sukses mengangkat isu yang sudah menjadi kesepakatan global, yaitu dengan berusaha menggerakkan parlemen di dunia menuju zero emission. Diharapkan Indonesia ke depan bisa menjadi inspirasi yang baik, karena telah banyak menggunakan green energy dan green economy yang telah dilakukan di beberapa tempat.

“Misalnya Tim Panja BKSAP saat di (IPU) Bali kita memberikan suatu pandangan dengan meluncurkan sebuah buku green economy dan kita juga mempunyai konsep kearifan lokal yang inline dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama ada konsep Tri Hita Karana, kedua Sistem Irigasi Subak, dan terakhir Nyepi sebagai Silence Days. Saya berharap kearifan lokal ini bisa menjadi semangat baru dan bisa diperjuangkan secara global untuk bagaimana mengawasi SDGs dan juga menyangkut isu climate change ini,” pungkas Putu.

Legislator dapil Bali ini juga menyatakan, ke depan Indonesia akan menjadi tuan rumah Indo–Pasific Parlemen, dimana forum antar negara kawasan ini juga sangat penting untuk menjaga potensi konflik kepentingan seperti militer dan isu-isu dari negara lain yang ingin memecah NKRI. “Ini juga harus menjadi isu yang harus kita kawal agar kawasan negara-negara pasifik memahami, bahwa Indonesia betul-betul memberikan fokus pembangunan pada kawasan timur Indonesia yang posisinya ke depan akan menjadi pertumbuhan ekonomi terbesar di kawasan timur,” jelas Anggota Komisi VI DPR RI tersebut. (Uli)