Mengusulkan PSBB Jilid III, Pemkot Bekasi Fokus Kurangi Pergerakan Masyarakat hingga Tertibkan PMKS

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Rabu, 13 Mei 2020

Indolinear.com, Bekasi – Selasa (12/5/2020) ini adalah hari terakhir Kota Bekasi menerapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) jilid II.

Pemerintah Kota Bekasi bahkan telah mengusulkan PSBB jilid III yang akan dimulai pada 13 Mei hingga 26 Mei 2020. Usul ini telah disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akan diteruskannya ke Kementerian Kesehatan.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan, ada beberapa hal yang menjadi fokus Pemkot jika nanti PSBB diperpanjang.

Pertama, Tri mengaku Pemkot Bekasi akan fokus ke pasar tradisional, mengingat belum ada perubahan aktivitas yang signifikan di sana. Diharapkan pada saat PSBB jilid III ini aktivitas jual beli di pasar berkurang.

“Kami lebih konsentrasi yang pertama adalah pasar. Kami masih lihat bahwa pasar belum terjadi perubahan secara signifikan,” ujar Tri saat dihubungi, dilansir dari Kompas.com (12/05/2020).

Selain itu, pihak Pemkot juga akan fokus untuk mengurangi angka pergerakan masyarakat di Kota Bekasi.

Mengingat masih banyak orang yang berkeliaran di jalanan Kota Bekasi meski telah diterapkan PSBB.

“Walupun terkait penggunaan masker sudqh hampir 90 persen. Kami ingin ada penurunan pergerakan orang. Kalu bisa kan sampai ke angka 30 persen. Tapi inikan masih cukup berat ya,” ucap Tri.

Tri mengatakan, untuk mengurangi pergerakan masyarakat, ia berharap perusahaan-perusahaan dikecualikan dari PSBB memberikan surat izin bagi karyawannya yang keluar rumah. Sebab dengan begitu dapat mengendalikan pergerakan orang yang keluar rumah tanpa ada kepentingan.

“Makanya kita akan coba untuk yang perusahaan-perusahan dikecualikan ini ikut berkontribusi dengan cara mereka mungkin buat semacam surat izin klau mereka keluar. Jadi kita betul-betul pastikan kalau orang keluar itu memang penting ada tujuannya,” kata Tri.

Lalu, ia juga akan lakukan operasi ketat terkait penyandang masalah kesejahteraan sosial ( PMKS) di Kota Bekasi yang marak di Bekasi menjelang Lebaran.

Sehingga tidak ada PMKS yang tidur di pinggir jalan dan berpotensi tinggi tertular Covid-19.

“Kami juga ingin lebih ketatkan karena ini dekat hari raya Idul Fitri, ini manusia gerobak juga makin marak ini di Kota Bekasi. Jadi ini konsentrasi kita juga untuk ditertibkan dan sementara waktu dibawa ke rumah singgah,” ucap dia.

Dengan melakukan upaya-upaya pengetatan aturn PSBB, Tri berharap dapat menekan angka Covid-19.

Sehingga jumlah kasus Covid-19 di Kota Bekasi makin berkurang.

Adapun saat ini ada 263 kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi. Dari 263 yang positif Covid-19 ada 172 orang yang sembuh.

Lalu ada 862 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 2.059 orang dalam pemantauan (ODP). (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

INDOLINEAR.TV