Menguak Mitos Banyaknya Warga Bandung Tenggelam Di Pangandaran

FOTO: detik.com/indolinear.com
Kamis, 9 Juni 2022

Indolinear.com, Pangandaran – Wisatawan yang tenggelam di pantai Pangandaran kerap terjadi setiap tahun, terutama saat kujungan ramai di akhir pekan atau liburan panjang. Tak sedikit wisatawan yang tenggelam berasal dari kawasan Bandung Raya.

Konon, mitos yang beradar di masyarakat Pangandaran, orang yang tenggelam di perairan Pangandaran, paling banyak adalah orang Bandung.

Tokoh masyarakat sekaligus pendiri Balawista Pangandaran Dodo Taryana (54) membagi cerita. Menurutnya, mitos yang beredar, janji Nyi Rorokidul terhadap keturunan raja Padjadjaran ada kaitannya dengan tenggelamnya wisatawan di Pantai Pangandaran.

“Cerita ini terus tersambung dari mulut ke mulut atau menjadi cerita tutur. Bahwa dahulu Kerajaan Galuh dimana Nyi Roro Kidul ingin menikahi dari keturunan Raja Padjadjaran, namun ditolak mentah-mentah oleh Raja Padjadjaran,” katanya kepada detikJabar, dilansir dari Detik.com (08/06/2022).

Akibat penolakan tersebut, Nyi Roro Kidul menerima kenyataan pahit itu. Namun Nyi Roro Kidul meminta keturunan Padjadjaran untuk dimilkinya.

Singkat cerita, warga setempat mengaitkan kejadian tenggelamnya wisatawan asal Bandung dan daerah wilayah Kerajaan Padjadjaran di perairan Pantai Pangandaran.

Bahkan, bukan hanya tenggelam di pantai, mitos ini juga dikait-kaitkan dengan di titik lain. Misalnya di Green Canyon hingga curug dan sungai yang ada di Cijulang.

“Seperti cocokologi, Allahhualam, itu kan hanya cerita. Harus tanya dulu kepada orang yang lebih tahu sejarah,” ucapnya.

Ketua Lembaga Adat Pangandaran, Erik Krisna Yudha mengatakan, mitos janji Nyi Roro Kidul dengan Raja Padjadajaran memang sudah beredar lama. Namun, soal banyaknya warga Bandung yang ‘hilang’ itu karena kebetulan.

“Tapi lebih tepatnya tenggelamnya wisatawan di Pangandaran memang disebabkan karena kebanyakan yang berkunjung dari daerah Bandung,” ucapnya.

Erik juga mengatakan, jika kebanyakan wisatawan dari Jakarta yang datang, bisa jadi orang Jakarta juga yang menjadi korbannya. Intinya, kecelakaan itu bisa menimpa siapa saja. Sehingga siapapun perlu hati-hati ketika berada di pantai.

“Kan kecelakan bisa disebabkan karena tidak mematuhi aturan atau ceroboh. Kejadian kemarin tenggelam kan saat libur Lebaran berasal dari Cilacap,” katanya.

Erik menjelaskan, terkait perjanjian Roro Kidul dengan Raja Padjajaran kurang tepat. Sebab, mitos hampir serupa juga ada di wilayah lain. Faktanya, mereka yang celaka memang berasal dari Bandung, tapi itu karena kebetulan wisatawannya banyak dari Kota Bandung.

“Karena keberadaan Kerajaan Padjadjaran berada di wilayah Bogor. Mitos tersebut terdengar juga di Palabuhanratu, Sukabumi. Karena kebanyakan yang cilaka (celaka) berasal dari Bandung,” ucapnya. (Uli)

loading...