Mengintip Biaya Perawatan Tesla Model S Setelah 482 Ribu Km

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 24 Agustus 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Salah satu kelebihan kendaraan listrik seperti Tesla dibanding kendaraan konvensional adalah biaya perawatan yang diklaim jauh lebih murah. Namun, apakah perbedaannya cukup signifikan?

Dilansir dari Liputan6.com (22/08/2020) , saat model Tesla pertama meluncur di pasaran, misalkan saja Model S, tidak diketahui pasti daya tahan mobil listrik tersebut. Salah satu alasannya adalah brand Tesla belum memiliki banyak pengalaman seperti pabrikan otomotif lainnya.

Pelan tapi pasti, penjualan Tesla mulai meningkat dan banyak pengguna yang merasakan biaya perawatan mobil listrik satu ini. Salah satunya adalah Steve Sasman.

Pada tahun 2014, Steve membeli Model S P85 bekas seharga $79.000 atau setara Rp1,1 miliar dengan catatan odometer sejauh 56.000 km. Steve menggunakannya selama lima tahun dan jarak tempuh meningkat menjadi 344.515 km, lalu menjualnya. Biaya yang dikeluarkan Steve untuk perawatan adalah $5.415 (setara Rp80 juta). Biaya termahalnya adalah mengganti layar infotainment sebesarĀ  $2.215 (setara Rp32 juta) dan soket casan senilai $790 (setara Rp 11 juta).

Pemilik Tesla setelah Steve menggunakannya hingga jarak odometer mencapai 482.803 km. Selama menggunakan sejauh 138.403 km, biaya perawatannya sekitar $5.000 (Rp74 juta).

Dibanderol Rp1 Miliaran, Ini Alasan Orang Kaya Beli Mobil Listrik Tesla

Sejak resmi meluncur di Indonesia, mobil listrik Tesla sukses menarik perhatian karena dinilai memiliki beragam fitur canggih dan lebih ramah lingkungan.

Sederet artis dan pengusaha juga berbondong-bondong memilih Tesla sebagai salah satu kendaraan mewah yang terparkir di garasi rumah.

Melihat hal tersebut, Rudy Salim, Presiden Direktur Prestige Motorcars menjelaskan alasan mobil asal Amerika Serikat tersebut menjadi pilihan konsumen Tanah Air.

“Bebas ganjil genap ya kalau di Jakarta mobil listrik itu. Mobil listrik ini juga lebih hemat dari sisi bahan bakar bila dibandingkan dengan mobil konvensional,” kata Rudy di Jakarta.

Selain itu, penggunaan mobil listrik saat ini menjadi kontribusi penting mengurangi polusi udara karena gas buang yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar fosil.

“Kalau mobil konvensional bensinnya bisa Rp4 juta sebulan, sedangkan mobil listrik paling Rp 400 ribu,” ujarnya.

Harga Setara Mobil Eropa

Terkait harga, Rudy juga menegaskan bila banderol yang diberikan pada Tesla masih berada di level mobil Eropa.

“Harga juga belum terlalu mahal. Masih sama dengan harga Mercedes-Benz dan BMW,” tuturnya.

Saat ini terdapat Tesla Model 3, S dan X yang dijual Prestige Motorcars. Menjadi yang termurah, Model 3 memiliki banderol di atas Rp1 miliar. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: