Menggunakan BBM Di Bawah Spesifikasi Berisiko Merusak Mesin, Jangan Sering Berganti-ganti

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Selasa, 10 Mei 2022

Indolinear.com, Jakarta – Bagi masyarakat yang melakukan mudik tahun ini dengan kendaraan pribadi dan biasa menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax, mereka harus menambah pengeluaran dana lebih untuk mengisi bensin.

Pasalnya, sebelum libur lebaran 2022 ini, pemerintah resmi menaikkan harga BBM dengan RON 92 yang semula Rp 9.000 menjadi Rp 12.500 per liter.

Lantas, dengan pengeluaran yang lebih besar tersebut, apakah mobil yang harusnya menenggak Pertamax bisa menggunakan BBM jenis Pertalite untuk menghemat pengeluaran?

Menjawab pertanyaan tersebut, Hadi Taruna, tuner dari Engine Block Autoworks Bintaro, menjelaskan bahwa sejatinya hal tersebut tidak diperkenankan karena satu dan lain hal.

“Prinsipnya kalau spesifikasi mobil dari pabriknya harus misal minimal RON 92, ya itu harus diikuti. Karena pabrikan sudah menghitung untuk spesifikasi mesin tersebut,” buka Hatar, dilansir dari liputan6.com (08/05/2022).

Untuk mengetahui BBM apa yang cocok untuk mobil tersebut, Hatar, menjelaskan pemilik mobil bisa melihat berdasarkan spesifikasi yang ditanamkan oleh pabrikan.

Caranya? Bisa melihat nilai kompresi mesin yang dihasilkan, lalu disesuaikan dengan masing-masing RON dari berbagai BBM.

Tetapi, jika terjadi kondisi darurat dan tidak menemukan BBM dengan RON yang sesuai permintaan spesifikasi mesin, hal tersebut bisa saja. Kalaupun ingin dilakukan, hal tersebut bisa dengan sebuah catatan.

“Tapi kalau case emergency, misal susah mendapatkan bahan bakar dengan RON yang sesuai misal pada saat perjalanan jauh, itu beda. Jadi kesimpulannya, disarankan jangan menggunakan bahan bakar dengan RON di bawah spesifikasi secara terus menerus, karena berefek tidak baik untuk jangka panjang,” bebernya.

Bisa Disiasati dengan Metode Lain

Meski tidak disarankan untuk menurunkan RON sesuai dengan spesifikasi mesin, pemilik mobil bisa mensiasatinya dengan memasang alat piggyback, yang bisa memanipulasi settingan ECU untuk asupan udara dan bahan bakar yang diperlukan untuk mesin.

“Ada cara sebenarnya untuk hal ini secara teknis yaitu dengan memasang perangkat piggyback pada sistem ECU. Jadi alat ini nanti akan menyeting kembali nilai-nilai pada sistem pembakaran. Karena menyetel piggyback itu dilakukan di atas mesin dynotest, jadi itu real, karena disimulasikan layaknya mobil berjalan dan mesin akan dituning mulai dari putaran rpm rendah sampai limiternya,” tandasnya. (Uli)