Menggelar Doa Bersama Dari Rumah, Menag: Semoga Wabah Covid-19 Ini Segera Berakhir

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 12 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mengadakan acara doa bersama dari rumah (Pray From Home Lintas Agama) untuk keselamatan bangsa Indonesia, Minggu (11/7/2021).

Doa ini disiarkan secara langsung oleh stasiun TV nasional dan kanal informasi lainnya.

“Pada siang hari ini, doa ini dilakukan secara serentak dan diikuti oleh seluruh Pimpinan lembaga negara, majelis majelis agama, jajaran Kementerian Kabinet Indonesia Maju, TNI-Polri, Gubernur, Bupati dan Walikota serta seluruh lapisan masyarakat,” ujar  Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya.

Sehari sebelumnya, Sabtu (10/7/2021) tepat pada pukul 10.07 WIB juga telah dilaksanakan Hening Cipta Indonesia untuk mengenang dan mendoakan para tenaga kesehatan, pemuka agama, guru, dosen, pegawai negeri dan karyawan, pejabat publik, TNI-Polri,  aktivis kemanusiaan, Pemuda dan warga masyarakat—orang-orang yang tercinta yang telah wafat karena pandemi Covid-19.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala, agar Tuhan yang Maha Kuasa memberi Rahmat ampunan dan perlindungannya kepada bangsa Indonesia dan seluruh umat manusia,” ucapnya.

Dalam agama, dia menjelaskan, diajarkan bahwa doa adalah senjata orang yang beriman. doa adalah penenang jiwa dan doa merupakan penumbuh optimisme di dalam kehidupan.

“Semoga kejadian luar biasa Covid-19 ini disegerakan berakhirnya,” doanya, dilansir dari Tribunnews.com (11/07/2021).

“Sebagai orang yang beriman kita yakin bahwa hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala, hanya Tuhan Yang Maha Pencipta yang bisa menolong dan menyelamatkan kita semua, setelah semua usaha lahir dilakukan,” jelasnya.

Dia tegaskanm setiap bencana yang diturunkan Tuhan sejatinya untuk menyadarkan manusia agar mawas diri dan kembali mendekatkan diri kepada-Nya, serta mengikuti petunjuk hidup yang diberikan-Nya.

“Saya yakin kita semua berada dalam suasana kebatinan dan kesadaran spiritualitas yang sama sebagai manusia yang lemah dan membutuhkan pertolongan dari Allah, Yang Maha Kuasa, Sang Pemilik Kehidupan,” ucapnya.

Ia juga  mengajak semua orang di manapun posisinya  untuk terus waspada berikhtiar menjaga diri, keluarga dan orang lain di sekitar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan melaksanakan peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah mengenai pembatasan kegiatan peribadatan di rumah ibadah.

Perjuangan total melawan wabah belum selesai, tegas dia sembari mengatakan, tidak ada yang bisa memastikan karena keterbatasan pengetahuan manusia.

“Kita bekerja dari rumah, beribadah dan berdoa dari rumah sementara waktu. Kita meniadakan kegiatan di rumah ibadah untuk menghindari kerumunan,” jelasnya.

“Untuk itu mari kita semua perkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’Ala, kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Selain itu dia mengajak masyarkat Indonesia meningkatkan kedermawanan sosial, semangat berbagi dan rela berkorban untuk membantu saudara-saudara  yang terdampak Covid-19.

“Kesalehan beragama salah satunya ditunjukkan dengan kepedulian kita untuk membantu sesama yang membutuhkan,” ucapnya.

“Oleh karena itu dengan segala hormat kami memohon kepada bapak presiden berkenan mencanangkan pray from home ini menjadi gerakan yang dilakukan oleh segenap komponen anak bangsa sebagai upaya batin untuk membangun optimisme dan keyakinan bahwa atas kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’Ala, atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa, kita bersama dapat mengatasi pandemi ini,” ujarnya.

Hadir enam tokoh pemuka agama dalam doa bersama ini, antara lain, Prof Quraish Shihab (Islam), Pendeta Lipius Biniluk (Protestan), Kardinal Suharyo (Katolik), I Nengah Dana (Hindu), Bhante Pannyavaro (Buddha) dan Xs Budi Tanuwibawa (Konghucu). (Uli)