Mengenal Ohitorisama, Budaya Menikmati Hidup Sendiri Yang Ngetren Di Jepang

FOTO: okezone.com/indolinear.com
Sabtu, 8 Januari 2022
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Budaya ohitorisama atau single kini sedang tren di Jepang. Orang Jepang suka melakukan semuanya sendirian dan menikmati hidup tanpa gangguan siapa pun. Tren single di negara sakura itu semakin menjamur, terbukti dari munculnya tempat-tempat khusus untuk didatangi sendirian.

“Beberapa orang ingin menikmati waktunya sendirian, sedangkan sebagian orang lagi ingin terlibat dalam sebuah komunitas baru,” ujar Miki Tateishi, seorang bartender di Bar Hitori, sebuah bar di Tokyo, Shinjuku, yang didesain khusus untuk solo drinker, dilansir dari Okezone.com (07/01/2022).

Tempat khusus “me time” ditunjukkan untuk konsumen yang introvert. Mereka biasanya merasa tak nyaman jika berada di tengah kelompok besar. Di sini, konsumen berinteraksi dengan beberapa orang saja. Adanya tempat sempit membantu interaksi terjadi lebih mudah.   Bukan hanya bar dan restoran, tempat karaoke pun juga dapat dikunjungi oleh masyarakat serbamandiri.

“Permintaan karaoke satu orang telah meningkat menjadi 30 hingga 40%,” kata Daiki Yamatani, manajer penjualan yang bekerja untuk perusahaan karaoke solo 1Kara di Tokyo.

Di Jepang, tempat karaoke ada di mana-mana, dan permintaan dari tamu solo telah tumbuh. Perusahaan karaoke 1Kara mengubah ruangan untuk kelompok menjadi studio rekaman pribadi berukuran bilik telepon.

Masyarakat Super Solo

Istilah “super solo society” (“masyarakat super solo”) menjadi kata kunci di kalangan peneliti hubungan sosial dan marketing. Data resmi menunjukkan rasio rumah tangga dengan orang tua dan anak-anak secara bertahap menyusut karena lebih sedikit orang dewasa yang menjalin hubungan.

Budaya single bertolak belakang dengan fakta orang Jepang pada satu dekade yang lalu. Sekitar 10 tahun, masih banyak orang Jepang yang merasa malu ketika terlihat makan sendirian di kantin sekolah atau kantor. Mereka yang sendirian memilih makan siang di toilet, alias “benjo meshi”.

Diperkirakan 50% dari segmen populasi yang berusia 15 tahun ke atas akan hidup sendirian pada 2040, menurut Kazuhisa Arakawa, peneliti dari Hakuhodo, perusahaan periklanan di Jepang. Dia juga mengatakan mayoritas orang Jepang pada dasarnya suka bertindak secara independen.

“Ada dua jenis orang: mereka yang lebih suka sendiri dan mereka yang tidak. Mayoritas orang Jepang secara inheren suka melakukan berbagai hal sendirian,” paparnya. (Uli)