Mengenal Lartot, Alarm Tradisional Khas Masyarakat Bunter Ciamis

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 17 Juni 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
KONTEN MILIK PIHAK KETIGA. BERISI PRODUK BARANG, KESEHATAN DAN BERAGAM OBAT KECANTIKAN. MARI JADI PENGGUNA INTERNET SEHAT DAN CERDAS DENGAN MEMILAH INFORMASI SESUAI KATEGORI, USIA DAN KEPERLUAN.
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Di masa pandemi seperti sekarang ini, masyarakat Indonesia mulai meningkatkan kewaspadaan karena meningkatnya tindak kriminalitas. Salah satu upaya unik dari masyarakat desa di Ciamis dalam meningkatkan kewaspadaan adalah dengan membunyikan Lartot.

Lartot sendiri merupakan kreasi unik dari warga Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

Berawal dari Rasa Saling Peduli Warga

Dilansir dari Merdeka.com (16/06/2020), ide dasar pembuatan lartot berawal dari rasa peduli antar sesama warga dalam meningkatkan kewaspadaan. Apalagi di masa sulit akibat terjadinya pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, tindakan pencurian di wilayah tersebut semakin meningkat.

Lartot sendiri dibunyikan pada malam hari agar warga yang beristirahat tetap bersikap waspada dan menjaga barang-barang berharga serta masing-masing keluarganya di rumah.

“Malam hari biasanya dibunyikan secara bersahutan,” kata Dewi Octaria yang merupakan warga setempat.

Dibunyikan dengan Cara di Tarik

Menurut Dewi, Lartot biasa dibunyikan setiap beberapa jam sekali oleh pemuda setempat. Dinamakan Lartot, karena cara membunyikannya dengan menarik tali panjang yang dikaitkan ke ember bekas cat, atau kaleng bekas dan menghasilkan suara yang unik.

Lartot sendiri berasal dari singkatan Bahasa sunda dari warga setempat yaitu Alarm Betot, (betot dalam Bahasa sunda artinya tarik).

Memanfaatkan Suara dari Getaran Tali

Salah satu yang unik dari Lartot ini adalah sumber bunyinya. Lartot akan mengeluarkan suara ketika tali yang terbuat dari kain ditarik dengan genggaman tangan yang telah dibasahi sebelumnya.

Ketika telapak tangan basah maka terdapat getaran yang merambat ke atas hingga menimbulkan bunyi-bunyian yang khas dari dalam ember plastik bekas cat.

Sebagai Alat Keamanan Desa

Dewi juga menambahkan, ketika warga setempat membunyikan Lartot secara bergantian, masyarakat setempat merasa lebih aman karena suasana di luar tak lagi sepi dan memicu tindak kejahatan.

Selain itu, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini Lartot membuat warga sekitar menjadi lebih waspada dalam menjaga satu sama lain, sehingga meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.

Cara Membuat Lartot

Cara membuat Lartot ternyata terbilang mudah. Mula-mula siapkan kaleng bekas, tali kain dan alat untuk melubangi kaleng atau ember yang digunakan.

Lubangi kaleng atau ember di bagian pinggir kanan dan kiri, fungsinya adalah untuk menggantung Lartot tadi di atas pohon atau tiang yang telah disiapkan. Selanjutnya lubangi juga bagian bawah sebagai jalur rambatan dari tali kain yang dibunyikan.

Setelah itu Lartot pun siap digunakan sebagai alat peningkat kewaspadaan di desa agar tetap aman dari gangguan kejahatan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: