Mengenal Kim Jong Un, Pemimpin Tertinggi Korea Utara

FOTO: tribunnews,com/indolinear.com
Selasa, 28 April 2020
loading...

Indolinear.com, Korea utara – Kim Jong Un adalah Pemimpin Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea, atau yang lebih dikenal dengan Korea Utara.

Ia adalah putra Kim Jong Il (1941–2011) dan cucu dari Kim Il Sung (1912–1994), dilansir dari Tribunnews.com (26/04/2020).

Sebelum menjadi pemimpin Korea Utara, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Pertama Partai Buruh Korea, Ketua Pertama Komisi Militer Sentral, Panglima Tertinggi Tentara Rakyat Korea, dan anggota presidium Politbiro Partai Buruh Korea.

Ia secara resmi dinyatakan sebagai pemimpin tertinggi Korea Utara setelah pemakaman kenegaraan ayahnya pada tanggal 28 Desember 2011.

Kehidupan Awal

Tidak banyak yang diketahui oleh dunia Barat terkait masa kecil Kim Jong Un.

Informasi yang dikumpulkan berasal dari pembelot Korut atau saksi yang mengaku pernah melihatnya.

Dia diyakini lahir pada 8 Januari 1983 menurut penanggalan Korea, dan 1984 berdasarkan data dari Amerika Serikat (AS).

Dia merupakan putra kedua dari pemimpin kedua Korut Kim Jong Un Jong Il dan Ko Yong Hee, seorang penyanyi opera, serta cucu pendiri negeri komunis itu, Kim Jong Un Il Sung.

Berdasarkan pemberitaan media Jepang, dia masuk ke sekolah dekat Bern, Swiss, dengan nama Chol Pak atau Pak Chol pada 1993 hingga 1998.

Setelah itu, Kim Jong Un masuk sekolah negeri Liebefeld Steinhoelzli yang terletak di Koeniz dengan nama Pak Un antara 1998 hingga 2000.

Pejabat Koeniz mengonfirmasi memang ada seorang anak yang bersekolah di sana dan dia merupakan putra dari staf Kedutaan Besar Korut di Bern.

Selama bersekolah di Swiss, berbagai laporan menyatakan Kim Jong Un merupakan siswa yang pemalu, canggung ketika bersama siswa putri.

Namun, dia merupakan anak yang cerdas dengan ambisi tinggi, dan sangat menyukai permainan basket.

Mantan teman sekelasnya berkata Kim Jong Un sangat menyukai legenda basket AS Michael Jordan.

Setelah itu dia kembali ke Pyongyang, dan berkuliah di Universitas Militer Kim Jong Un Il Sung antara 2002 sampai 2007, dan lulus dengan dua gelar.

Sebagai pria yang mulai beranjak dewasa, Kim Jong Un mulai sering menemani sang ayah Kim Jong Un Jong Il ketika melaksanakan inespeksi militer.

Selain itu, dia juga mulai aktif terlibat di dua organisasi tertinggi Korut. Partai Buruh Korea (KWP), serta Biro Politik Jenderal militer Korut.

Putra Mahkota

Pada 2009, berkembang sebuah spekulasi bahwa Kim Jong Un dipersiapkan untuk menjadi putra mahkota menggantikan Kim Jong Il memimpin Korut.

Adalah saudara tiri Kim Jong Un, Kim Jong Nam, yang difavoritkan menjadi penerus Kim Jong Il.

Namun, sang ayah dikabarkan kecewa pada 2001.

Penyebabnya, Kim Jong Nam tertangkap basah berusaha menyusup ke Jepang menggunakan paspor palsu untuk pergi ke Tokyo Disneyland.

Selain itu, dilaporkan Kim Jong Il melihat putra keduanya mempunyai banyak kesamaan dengannya.

Antara lain Kim Jong Un tidak mau mengakui kekalahan.

15 Januari 2009, media Korsel Yonhap memberitakan Kim Jong Il telah mengangkat Kim Jong Un sebagai suksesornya memimpin Korut.

Kim Jong Il juga telah meminta seluruh staf kedutaan besar untuk setiap kepada putranya.

Persiapan baginya menjadi orang nomor satu di Korut dimulai ketika namanya menjadi kandidat anggota Dewan Rakyat Tertinggi.

Pada April 2009, dia mendapat posisi di Komisi Pertahanan Nasional (NDC) dan dua bulan kemudian dia menjadi Kepala Departemen Keamanan Negara.

Kemudian September 2010, Kim Jong Un mendapat pangkat jenderal bintang empat meski dia sama sekali tak punya pengalaman di bidang militer.

Momen pelantikan itu terjadi sebelum pertemuan dewan jenderal sejak 1980, di mana saat itu Kim Il Sung mengangkat Kim Jong Il sebagai penerus.

Pemimpin Tertinggi Korut

Pada 17 Desember 2011 pukul 08.30 waktu setempat, Kim Jong Il meninggal saat bepergian menggunakan kereta ke luar Pyongyang dengan dugaan akibat serangan jantung.

Sejumlah analis memprediksi Kim Jong Un tidak akan segera diangkat sebagai pemimpin mengingat dia masih belum mempunyai pengalaman.

Banyak yang menyakini sang paman, Jang Song Thaek, yang bakal bertindak sebagai penerus sementara hingga Kim mempunyai cukup kecakapan.

Namun, Kim Jong Un langsung diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Korut.

Sebuah gelar tak resmi yang masih memberikannya kekuasaan di bidang pemerintahan dan militer.

Pada April 2012, statusnya dikukuhkan ketika dia mendapat berbagai posisi.

Antara lain Sekretaris Pertama Partai Buruh.

Kemudian Chairman Komisi Militer Pusat, dan Chairman NDC yang notabene adalah otoritas birokratik tertinggi di sana.

Awal-awal rezim Kim diidentikkan sebagai konsolidasi yang kejam dan percepatan program pengembangan senjata nuklir.

Pada Desember 2013, dia mengeksekusi Jang Song Thaek dengan mengatakan dia telah “menyingkirkan sampah dari Partai Buruh”.

Padahal, Jang merupakan bagian dari lingkaran dalam Kim Jong Il, dan merupakan salah satu penasihat yang dipercaya olehnya.

Eksekusi terhadap Jang sekaligus membuat hubungan Korut dengan China merenggang, karena Jang adalah sosok yang mendekatkan Pyongyang dan Beijing.

Kematian Jang diikuti oleh eksekusi terhadap anggota keluarganya lain. Mulai dari anak hingga cucunya demi menghilangkan eksistensi keluarga mereka.

O Sang Hon, Wakil Menteri Keamanan merupakan pejabat tinggi lain yang “dibersihkan” pada 2014 karena perannya sebagai pendukung Jang.

Ancaman Nuklir

Korea Utara terus menjalankan program nuklirnya, meskipun memakan biaya besar biaya dan mereka menghadapi tekanan dunia agar hal tersebut dihentikan.

Setelah berkuasa di tahun 2011, Kim Jong Un dengan dramatis meningkatkan program nuklir dan peluru kendali, melakukan lebih banyak tes peluru kendali balistik dalam rentang waktu yang lebih pendek dibandingkan ayahnya.

Tanggal 29 November tahun lalu menjadi puncaknya lewat peluncuran peluru kendali baru yang besar, Hwasong 15.

Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan peluru kendali baru ini dapat membawa ‘hulu ledak kelas berat’ dan bisa dipakai untuk menyerang seluruh daratan Amerika Serikat.

KCNA melaporkan Kim Jong Un ‘dengan bangga menyatakan sekarang akhirnya kita telah merealisasikan langkah bersejarah merampungkan kekuatan nuklir negara’.

Banyak pengamat asing setuju bahwa sekarang Kim dapat mendaratkan serangan di AS.

Ada jeda sekitar sebulan antara pernyataan itu dan pesan Tahun Baru 2018 Kim Jong Un di mana dia menawarkan pengiriman delegasi ke Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan.

Pesan tersebut dibaca banyak orang di dunia luar sebagai perubahan dramatis yang dilakukan Kim.

Dikabarkan Meninggal Dunia

Kabar duka atas meninggalnya pemimpin Korea Utara Kim Jong Un beredar di dunia maya.

Kim Jong Un disebut-sebut meninggal pasca menjalani operasi kardiovaskular.

Kim Jong un dikabarkan kritis dan kondisi kesehatannya terus menurun.

Namun, hingga saat ini, kabar meninggalnya Kim Jong Un belum bisa dikonfirmasi kebenarannya mengingat Pemerintah Korea Utara yang tertutup.

Jika isu yang berembus tersebut benar adanya, maka sosok Kim Yo Jong yang merupakan adik perempuan Kim Jong Un dikabarkan akan meneruskan tahta sang kakak. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: