Mengenal Kapal USNS Comfort, Rumah Sakit Terapung Raksasa di New York

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 1 April 2020

Indolinear.com, New York – Pada Senin (29/3/2020) Gubernur New York Andrew Cuomo menyambut kedatangan kapal rumah sakit Angkatan Laut USNS Comfort.

USNS Comfort akan menyediakan sekitar 1.000 tempat tidur rumah sakit, dan 1.200 personel untuk New York, cuit Cuomo di Twitter.

Selain itu, rumah sakit terapung ini memiliki 12 kamar operasi.

Kapal ini akan digunakan untuk merawat pasien yang tidak terinfeksi COVID-19.

Sehingga nantinya banyak kamar di rumah sakit konvensional bisa dialokasikan khusus pasien Covid-19.

Tepatnya awal bulan ini, Presiden AS Donald Trump memerintahkan pengiriman USNS Comfort ke New York dan saudara kembarnya, USNS Mercy ke Los Angeles untuk membantu mengangani wabah di sana.

USNS Mercy sendiri tiba di Los Angeles pada Jumat lalu.

Besarnya kapal ini hampir mendekati luas tiga lapangan sepak bola dan memiliki 10 lantai.

Ukurannya membuat USNS Comfort dan Mercy menjadi kapal rumah sakit terbesar di dunia.

Melansir dari Tribunnews.com (31/03/2020), kapal ini biasanya digunakan untuk mendukung kampanye militer dan krisis kemanusiaan di luar negeri, seperti halnya saat bencana gempa bumi dan badai.

Bahkan baru-baru ini, kapal dikerahkan ke Amerika Latin untuk membantu negara-negara dengan sistem perawatan kesehatan yang tidak memadai.

USNS Comfort terakhir menambatkan jangkar di New York adalah saat serangan teroris 9/11.

Di sana rumah sakit ini membantu merawat ratusan korban pertama.

Kapal ini sudah ada selama lebih dari empat dekade dan telah digunakan di seluruh dunia.

USNS Comfort adalah ini tanker minyak raksasa yang dikonfersi menjadi rumah sakit.

Kapal ini adalah tanker minyak kelas San Clemente yang dinamai SS Rose City.

Ini dibangun oleh Perusahaan Baja dan Pembuatan Kapal Nasional di San Diego pada 1976.

Angkatan Laut AS membelinya pada 1987, bersama dengan supertanker lain.

Mereka memang ingin mengubah keduanya menjadi kapal rumah sakit kelas Mercy.

Tetapi sebagai kapal tanker minyak yang dikonversi, memindahkan pasien ke sana terbukti sulit.

Sebab sekat yang digunakan untuk memisahkan oli tidak dihilangkan selama retrofitting, juga tidak ada palka yang ditambahkan untuk meningkatkan gerakan horizontal melalui kapal.

Sehingga perpindahan pasien dari satu area ke area lain harus dilakukan dengan naik ke geladak dahulu lalu kembali ke bawah.

Cat putih dan lambang plus palang merah dirancang untuk menggambarkan tujuan kapal untuk melindungi awak dan muatannya dari musuh.

Konvensi Jenewa melindungi kapal rumah sakit jika mereka tidak membawa amunisi atau senjata.

Negara manapun yang menembak kapal ini dianggap melakukan kejahatan perang internasional.

Demi menunjang kepentingan penyelamatan atau pasien, USNS Comfort dilengkapi helipad besar.

Area ini bisa mendaratkan helikopter militer yang berukuran besar.

Kapal juga memiliki kemampuan untuk menerima pasien dari kapal lain yang merapat.

Kenyamanan dapat sepenuhnya diaktifkan dan diawaki dalam waktu lima hari.

Sebelum tiba di New York, USNS Comfort menjalani perawatan di Norfolk, Virginia.

Pihak Pentagon sempat mengatakan bahwa perawatan ini akan memakan waktu berminggu-minggu.

Namun Angkatan Laut, bekerja dengan Korps Insinyur Angkatan Darat dan Departemen Luar Negeri, menyelesaikan pekerjaan dalam delapan hari.

Kebutuhan akan kapasitas rumah sakit tambahan di New York memang sangat besar.

Selain mengerahkan USNS Comfort, kota metropolis ini juga membangun rumah sakit lapangan di Javits Center dan di Central Park. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

INDOLINEAR.TV