Mengenal Istilah Gol Bunuh Diri Dan Blunder Dalam Sepak Bola

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Selasa, 22 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Gol bunuh diri dan blunder menjadi momok menakutkan bagi seorang pesepak bola. Turnamen Piala Eropa atau Euro 2020 pun tak lepas dari gol bunuh diri dan blunder yang dilakukan oleh pemain salah satu tim peserta.

Hingga memasuki matchday kedua, Minggu (20/6/2021), telah tercipta lima gol bunuh diri di Euro 2020. Merih Demiral tercatat menjadi pemain pertama yang mencetak gol bunuh diri pada Euro 2020.

Demiral mencetak gol bunuh diri ketika Turki kalah 0-3 dari Italia pada pertandingan pembuka Grup A Euro 2020 yang dilangsungkan di Stadion Olimpico, Sabtu (12/6/2021) dini hari WIB.

Selain Merih Demiral, ada empat pemain lain yang mencetak gol bunuh diri pada pertandingan Euro 2020 yaitu Wojciech Szczesny (Polandia vs Slovakia), Mats Hummels (Perancis vs Jerman), serta Ruben Dias dan Raphaƫl Guerreiro dalam laga Portugal vs Jerman.

Gol bunuh diri pun menjadi mimpi buruk bagi kelima pemain tersebut. Sebab, gol bunuh diri yang mereka cetak turut berperan menghadirkan kekalahan bagi tim masing-masing.

Bahkan, gol bunuh diri Mats Hummels menjadi penentu kekalahan Jerman dari Perancis pada pertandingan matchday pertama Grup F Euro 2020.

Pengertian gol bunuh diri dalam sepak bola

Menurut Cambridge Dictionary, istilah gol bunuh diri atau own goal dalam olah raga berarti sebuah kejadian di mana seorang pemain mencetak gol secara tidak sengaja ke gawang timnya sendiri.

Sementara itu, mengutip dari Kompas.com (21/06/2021), istilah gol bunuh diri digunakan untuk menggambarkan momen ketika seorang pemain secara tidak sengaja atau sengaja memasukkan bola ke gawangnya sendiri.

Mantan bek Manchester City, Richard Dunne, adalah salah satu pemain yang “akrab” dengan gol bunuh diri.

Sepanjang kariernya, Dunne tercatat mencetak 10 gol bunuh diri di Premier League yang membuatnya menjadi pemain dengan jumlah own goal terbanyak dalam sejarah kompetisi teratas Liga Inggris tersebut.

Di dunia sepak bola pun ada beberapa momen gol bunuh diri yang terkenal, salah satunya adalah gol bunuh diri bek timnas Indonesia, Mursyid Effendi, pada ajang Piala Tiger (sekarang Piala AFF) 1998.

Gol bunuh diri juga ada yang berujung tragedi, seperti dialami oleh bek Kolombia, Andres Escobar, yang mencetak gol bunuh diri pada Piala Dunia 1994.

Momok lain bernama blunder

Selain gol bunuh diri, blunder juga menjadi momok mengerikan bagi seorang pemain ketika sedang melakoni pertandingan. Blunder memiliki makna kesalahan serius yang biasanya disebabkan oleh ketidakhati-hatian dalam melakukan suatu tindakan.

Di dunia sepak bola, blunder merupakan suatu kesalahan pemain yang mengakibatkan timnya mengalami kerugian.

Contoh blunder dalam sepak bola terjadi pada pertandingan Belgia vs Rusia di Grup B Euro 2020.

Laga di Stadion Saint Petersburg, Minggu (13/6/2021) dini hari WIB, tersebut berakhir dengan kemenangan 0-3 untuk Belgia. Adapun, dua dari tiga gol Belgia tercipta karena blunder yang dilakukan oleh para pemain Rusia.

Gol pertama yang dicetak oleh Romelu Lukaku pada menit ke-10 berawal dari kesalahan bek Rusia, Andrey Semenov, yang berniat mengantisipasi umpan silang Dries Mertens.

Bola hasil umpan Mertens gagal dibuang oleh Semenov sehingga membuat bola justru lebih dekat dengan Lukaku. Mendapatkan peluang emas tepat di depan gawang lawan, Lukaku pun tak membuang kesempatan untuk mencetak gol.

Kemudian, gol kedua Belgia melalui kaki Thomas Meunier pada menit ke-34 juga tak lepas dari blunder pemain lawan. Kali ini, yang melakukan blunder adalah kiper Rusia, Anton Shunin.

Shunin gagal menghalau bola yang dilepaskan Thorgan Hazard secara sempurna. Bola liar di dalam kotak penalti Rusia pun disambar oleh Thomas Meunier yang berdiri bebas. (Uli)