Mengenal Fetish Dan Fantasi Seksual Apa Sih Bedanya?

FOTO: okezone.com/indolinear.com
Rabu, 21 Agustus 2019

Indolinear.com, Jakarta – Banyak orang memahami bahwa fetish dan fantasi seksual adalah satu hal yang sama. Padahal, meskipun memiliki fungsi yang sama, yaitu menaikkan libido pria dan wanita, tetapi terdapat perbedaan antara fetish dengan fantasi seksual.

Sebelum memasuki mengapa fetish dan fantasi seksual berbeda, tentu Anda perlu mengetahui, apa sih fetish itu? Fetish (fetishism) merupakan kondisi seseorang yang menggunakan benda mati, area tubuh non-genital, atau gerakan seseorang untuk menaikkan hasrat seksualnya.

Misalnya, ada seorang pria yang dapat terangsang jika melihat jenjang kaki seorang wanita. Selain itu, kondisi ini juga berlaku pada orang yang senang mengoleksi celana dalam orang lain untuk memuaskan gairahnya.

Walaupun terlihat tidak berbahaya, sering kali kondisi ini mengganggu fungsi keseharian hingga membahayakan orang lain, dilansir dari Okezone.com (20/08/2019).

Pada kasus yang sangat jarang, terdapat orang yang gairah seksualnya meningkat jika melihat meja atau kursi

Berikut ini beberapa objek yang sering dijadikan objek fetish seseorang, antara lain pakaian dalam, alas kaki (high heels atau sepatu), sarung tangan, pakaian kulit.

Nah, selain benda mati, area tubuh non-genital (bukan alat kelamin) pun bisa menjadi objek fetish orang lain, seperti kaki, jari tangan atau kaki, rambut. Bahkan, pada kasus yang sangat jarang, terdapat orang yang gairah seksualnya meningkat jika melihat meja atau kursi.

Fetish merupakan bagian dari fantasi seksual dan kondisi ini sangatlah normal. Akan tetapi, apabila situasinya sudah melanggar batas norma, tentu dapat dikategorikan sebagai gangguan seksual. Misalnya, berhubungan seks dengan mayat, hewan, atau memaksa orang lain untuk memenuhi hasrat seksualnya.

Sementara untuk fantasi seksual biasanya digunakan saat berhubungan intim untuk mendapatkan sesi bercinta yang lebih panas, dan mencapai orgasme untuk kedua belah pihak.

diperlukan komunikasi untuk mengetahui sejauh mana fantasi seksual yang Anda miliki dapat dilakukan

Nah, fantasi yang termasuk dalam kategori normal adalah Anda dan pasangan merasa nyaman melakukan peran masing-masing, tanpa ada yang merasa tersakiti. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi untuk mengetahui sejauh mana fantasi seksual yang Anda miliki dapat dilakukan.

Nah, di sinilah mulai terlihat perbedaan antara fetish dengan fantasi seksual. Jika fetish lebih berfokus pada objek atau area tubuh non-genital, fantasi seksual lain ceritanya.

Seseorang yang memiliki fetish umumnya menyalurkan hasrat seksualnya satu arah saja. Biasanya, gairahnya memuncak karena melihat sesuatu yang sebenarnya sangat biasa, dan tidak berhubungan dengan aktivitas seksual itu sendiri.

Perbedaan mendasar lainnya adalah fetish biasanya dilakukan satu arah, artinya hanya orang yang memilikinya saja. Namun, fantasi seksual biasanya dilakukan dan diwujudkan oleh dua orang (atau mungkin lebih).

Fetish dapat dikategorikan sebagai gangguan seksual apabila sudah sampai mengganggu kehidupan orang lain.

Fetish dapat dikategorikan sebagai gangguan seksual apabila sudah sampai mengganggu kehidupan orang lain. Misalnya saja, pada orang yang gemar ‘mengoleksi’ atau bahkan berani mencuri celana dalam orang lain demi memuaskan gairahnya.

Kondisi ini patut diwaspadai, karena tidak menutup kemungkinan pelaku dapat bertindak lebih jauh lagi dari sekadar mencuri celana dalam. Paling buruknya adalah pemerkosaan.

Jika dibandingkan dengan fetish, fantasi seksual dilakukan untuk membuat suasana semakin panas di atas ranjang. Fantasi dilakukan dengan sengaja dan umumnya terjadi dua arah.

Berbeda dengan fetish yang terjadi hanya dengan melihat dan membayangkannya. Inilah perbedaan antara fetish dan fantasi seksual yang begitu terlihat.

Jadi, perbedaan antara fetish dan fantasi seksual terletak pada unsur kesengajaannya. Fetish memang bisa dilakukan secara sengaja, tetapi biasanya hal tersebut terjadi pada orang yang sudah memiliki penyimpangan seksual. Sedangkan fantasi seksual biasanya terjadi setelah terjadi kesepakatan sebelum berhubungan intim. (Uli)