Mengapa Smartphone Sering Mati Sebelum Baterai Capai 0 Persen?

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 2 April 2020

Indolinear.com, Jakarta – Salah satu permasalahan utama yang banyak menjangkit smartphone adalah masalah baterai. Terlebih lagi jika smartphone tersebut digunakan dengan penggunaan yang ‘berat’ dan berkali-kali dicas.

Berbagai aspek juga membuat baterai smartphone cepat rusak. Bahkan, di beberapa smartphone dengan baterai yang sudah buruk kualitasnya, angka 20 persen saja suda membuat smartphone segera mati.

Hal ini ternyata bukan melulu salah baterai Anda. Barangkali selama ini Anda tertipu oleh prosentase baterai yang ada di pojok kanan layar smartphone Anda.

Dilansir dari Merdeka.com (01/04/2020), prosentase tersebut tak lebih hanya sekedar estimasi saja. Angka yang tertera misalnya 47 persen, mungkin Anda anggap sebagai jumlah spesifik, namun berapa jumlah kapasitas daya yang tersisa tak akan diketahui kecuali kita memasang sensor di baterainya langsung.

Pabrikan smartphone tidak melakukan hal tersebut, namun hanya membuat algoritma untuk mengukur kapasitas baterai yang tersisa berdasarkan jumlah voltase yang dipancarkan.

Meski hal ini hanyalah prosentase yang merupakan estimasi semata, di awal pemakaian biasanya prosentase tersebut merupakan indikator yang sangat tepat.

Namun beberapa faktor seperti jenis baterai dan bagaimana perilaku pemakaian smartphone jadi sangat mempengaruhi presisinya algoritma tersebut dalam memprediksi kapasitas baterai. Sehingga, makin tua smartphone, makin sulit juga keadaan baterai ditebak dan dikalkulasi.

Inilah yang menyebabkan seringkali smartphone kita sudah mati bahkan sebelum baterai menyentuh 0 persen. Karena angka prosentase tersebut tak selalu merepresentasikan kapasitas baterai. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

INDOLINEAR.TV