Mengapa Setelah Makan Kita Diajurkan Tidak Boleh Olahraga?

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Kamis, 29 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Tidak jarang pegiat olahraga merasakan sakit perut bagian kanan tiap kali memaksakan berolahraga dengan intensitas sedang-tinggi setelah makan.

Pada dasarnya, makan berat memang bisa mengganggu kinerja tubuh, terlebih sebelum melakukan olahraga.

Dilansir dari Kompas.com (28/07/2021), bahwa bergerak lebih setelah makan bisa mengganggu sistem pencernaan tubuh.

Saat makan, tubuh akan tubuh akan memfokuskan aliran darah pada sistem pencernaan untuk mengekstrak nutrisi makanan. Sedangkan saat berolahraga, tubuh akan memfokuskan aliran darah pada otot.

Ketika seseorang berlari tepat setelah makan misalnya, aliran darah yang seharusnya difokuskan pada sistem pencernaan justru dialihkan pada otot. Ini membuat sistem pencernaan terganggu.

Sementara itu, perut sakit setelah makan saat olahraga dikenal dengan istilah side stitch dalam dunia medis. Adapun dalam bahasa Jawa mengenalnya dengan istilah suduken.

Banyak orang menganggap suduken atau side stitch terjadi karena banyak makan.

Hal tersebut ada benarnya kendati tak semua kejadian side stitch disangkutpautkan dengan makan.

Hanya saja, pola makan untuk atlet atau pegiat olahraga pada umumnya perlu diatur.

Berikut 7 pola makan untuk atlet sebelum olahraga:

7 Pola Makan seperti Atlet:

  1. Konsumsi makanan berserat setiap 2-4 jam

Kebiasaan ini akan memberikan sumber energi dengan konsisten dalam metabolisme tubuh

Menghindari rasa lapar maupun kekenyangan saat berolahraga

  1. Konsumsi makanan berperforma tinggi sebelum latihan maupun kompetisi

Memberikan sumber energi berkualitas

Pilihan harus sedang-rendah protein, berserat dan rendah lemak.

Makan berat 3-4 jam sebelum latihan/kompetisi dan makanan ringan sekitar 1 jam sebelum latihan/kompetisi.

Pilih sesuatu yang mudah dicerna yang Anda kenal dan tidak akan mengganggu perut.

  1. Konsumsi makanan berperforma tinggi setelah latihan atau kompetisi

Membantu mengganti energi yang terbakar

Makanan berat harus habis dalam rentang waktu 15-60 menit.

  1. Sarapan rutin

Sarapan dapat membantu merasa lebih waspada dan mencegah rasa terlalu lapar di kemudian hari.

Sarapan memecah keadaan puasa semalam dan memberi energi untuk memulai hari.

  1. Makan terakhir 3-4 jam sebelum tidur

Tidur dengan keadaan perut masih mencerna makanan akan mengganggu kualitas tidur.

Namun, jika makan berat belum cukup bisa ditambah dengan cemilan dari buah-buahan atau sayuran.

  1. Jenis makanan yang tepat saat hari pertandingan/kompetisi

Memilih makanan saat hari pertandingan/kompetisi sangatlah penting. Hal itu bisa membantu strategi yang diinginkan atlet.

  1. Hidrasi

Saat berlatih atau bertanding, hidrasi tubuh perlu diperhatikan dengan seksama.

Minum dalam dunia olahraga sangatlah penting. Hal itu membantu mengganti air yang keluar dari tubuh lewat keringat ataupun uap tubuh.

Jangan tunggu sampai haus. (Uli)