Menerka Siapa Lawan Yang Sepadan Untuk Hyundai Kona

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 15 April 2019

Indolinear.com, Jakarta – Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 akan menjadi panggung kelahiran Hyundai Kona. Sayangnya, pabrikan asal Korea Selatan itu masih merahasiakan pilihan mesin yang bakal dirilis nanti.

Kona sendiri, di pasar global punya sejumlah pilihan mesin, dengan opsi turbo atau natural. Menurut Hendrik Wiradjaja, Deputy Marketing Director Hyundai Mobil Indonesia (HMI), soal mesin masih melihat opsi mana yang paling cocok buat Indonesia. Namun dipastikan cuma satu varian.

“Saat ini tahap awal kami hanya berencana memasukkan satu varian Hyundai Kona saja, setahu saya di global ada tiga varian dengan mesin 2.000 cc naturally aspirated, mesin 1.600 cc turbo dan elektrik. Salah satu dari itu dan yang pasti bukan Kona elektrik,” ungkap Hendrik kala dijumpai di diler Hyundai Simprug, Jakarta, dilansir dari Liputan6.com (13/04/2019). Berarti, pilihan antara mesin 2,0 liter natural atau 1,6 liter turbo.

Dengan acuan mesin itu, Hyundai Kona bakal bermain di segmen SUV kompak yang sudah ramai oleh Honda HR-V 1.8, Mazda CX-3, Chevrolet Trax, Suzuki SX4 S-Cross, Mitsubishi Outlander Sport sampai Toyota CH-R yang punya banderol selangit.

Semuanya punya konfigurasi 5-seater dan bekal spesifikasi lebih mewah dari LSUV. Soal kisaran harga, rata-rata bermain di kisaran Rp 300 jutaan. Sebagai acuan, harga Hyundai Tucson GLS Rp 391 juta. Kona seharusnya di bawah harga Tucson.

Sementara prediksi, intuisi kami menjawab mesin dengan turbo yang bakal menginvasi. Karena mesin turbocharger punya daya tarik tersendiri dan Hyundai sudah punya Tucson yang mengisi posisi dengan mesin bensin 2,0 liter.

Hendrik juga sempat menegaskan, Kona tak menggeser posisi Tucson dan tak bersinggungan.

“Kalau di luar (global) masing-masing punya preferensi mesin, Eropa lebih suka turbo tapi kalau Amerika mobil dengan naturally aspirated lebih disukai. Yang pasti di Indonesia kami survey dulu, kecenderungannya mesin seperti apa yang lebih disukai,” ujar Hendrik.

Meski begitu, Hendrik memberi indikasi kalau mesin turbo malah bisa lebih mahal dari segi maintenance, serta belum rata tersedia bahan bakar khusus untuk mesin turbo di penjuru Indonesia.

“Jangan lupa juga kalau mesin relatif canggih, dibutuhkan bahan bakar yang lebih tinggi dan bagus, yang akibatnya bisa jadi mahal. Bahan bakar turbo sudah ada, tapi belum merata. Di luar Jakarta ada tapi tidak banyak,” tuturnya.

Apa pun opsi mesin yang nanti disajikan, yang pasti Kona punya target konsumen yang mengutamakan gaya hidup dan jiwa muda. Diklaim desain Kona sangat unik dan segar.

Bagian interior berkesan sporty dan stylish. Contohnya, sejumlah bagian interior serupa dengan warna bodi. Sedang eksterior, pilihan warnanya sangat beragam dan berjiwa muda. (Uli)