Menengok Perkampungan Tersembunyi Di Hutan, Siang Hari Kera Menjadi Kawan

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Kamis, 1 Juli 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Wonogiri punya cerita. Rupanya, kabupaten yang terletak di bagian tenggara Provinsi Jawa Tengah ini memiliki perkampungan unik.

Keunikan tersebut terletak dari lokasi perkampungan yang tak biasa. Jika hutan biasanya tak berpenghuni, namun lain halnya dengan warga Desa Tuwon. Mereka justru tinggal dan menetap di tengah-tengah hutan.

Seperti apa potret dari perkampungan unik itu? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, dilansir dari Merdeka.com (30/06/2021).

Perkampungan Kecil

Sekilas tak ada yang berbeda dari area hutan pinus di salah satu daerah di Wonogiri ini. Namun, jika melihat secara lebih dalam lagi, ada sekumpulan penduduk yang justru tinggal di sana.

Meski terletak di tengah hutan, namun area perkampungan yang disebut dengan Desa Tuwon ini tergabung dengan desa Setren RT 01 RW 06, Kecamatan Slogohimo. Hingga saat ini, desa unik itu ditinggali oleh 16 kepala keluarga.

“Sampai saat ini, desa tersebut sudah terdata ada 16 kepala keluarga dengan posisi antar rumah yang agak berjauhan,” ungkap presenter.

Akses Jalan Menuju Desa Tuwon

Layaknya hutan, akses menuju ke lokasi desa tersembunyi itu pun juga masih alami. Sehingga, jalanan menuju ke Desa Tuwon masih berupa tanah dan belum tersentuh aspal.

“Untuk mencapai desa Tuwon, kita harus melewati jalan tanah yang membelah hutan pinus. Dimana akses utama jalan ini masih berupa jalanan tanah liat yang sangat licin untuk dilewati saat musim hujan,” ungkapnya.

Asal-Usul Desa

Menurut Samino, warga setempat, asal-usul desa itu pun tak jauh dari kepercayaan masyarakat. Dipercaya, dahulu ada seorang wanita hamil yang menjadikan lokasi tersebut sebagai persinggahan.

Namun, kehamilannya pun justru semakin berumur atau tua. Sehingga, lokasi itu pun hingga saat ini dikenal dengan istilah tua.

“Desa Tuwon itu kan terdiri dari 16 KK ya, asal muasalnya desa ini tua bukan tuwon ya. Tapi lama-kelamaan itu orang menyebutnya tuwon. Dulu ada orang hamil yang ke sini, terus kok makin lama makin tua kandungannya,” cerita Samino.

“Itu wanitanya jadi menetap di sini?” tanyanya.

“Gak, cuma lewat aja. Cuma menjadi persinggahan,” jelas Samino.

Kera Kerap Turun ke Perkampungan

Hidup di tengah hutan bukan suatu hal yang mudah. Berbagai gangguan dari hewan liar pun seringkali terjadi. Seperti kera yang disebut Samino turun cukup banyak di kala siang hari.

“Ada gangguan gak? Misal hewan masuk rumah,” tanyanya.

“Gangguan itu gak ada. Suara-suara ya tetap ada, namanya di hutan itu tetap ada. Kalau gangguan binatang buas malah tidak ada. Kalau kera itu pas siang, pas siang itu parah,” papar Samino. (Uli)

loading...