Meneken MoU Dengan LADI, Perbasi Bantu Pengambilan Sampel Doping

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Rabu, 27 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Perbasi memberikan dukungan penuh terhadap pemerintah dalam upaya pembebasan sanksi Badan Antidoping Dunia (WADA) kepada Lembaga Antidoping Indonesia (LADI). Perbasi yang merupakan induk bola basket Indonesia sudah menandatangani memory of understanding (MoU) bersama LADI di Hotel Le Meredien, Jakata, Senin (25/10/2021).

“Melalui penandatanganan MoU ini agar nanti LADI dalam pengembalian sampel di cabang-cabang olahraga tidak ada kendala karena mereka sekarang memiliki kewajiban mengambil 20 sampel per bulan,” kata Nirmala Dewi selaku Sekretaris Jenderal Perbasi, dilansir dari Kompas.com (26/10/2021).

Bersamaan dengan MoU ini, LADI telah resmi bekerja sama dengan Perbasi dalam hal pengambalian sampel doping.

Pada saat yang sama, LADI juga telah mendapatkan informasi terkait agenda event internasional yang akan dilaksanakan Perbasi dalam waktu dekat.

“Selain mendata event internasional kami (Perbasi) ke depan, LADI juga meminta data terkait perkembangan atlet. Siapa saja yang masih aktif dan tidak,” kata Nirmala Dewi.

“MoU ini sesuai permintaan dari WADA yang selambatnya disampaikan besok,” tutur Nirmala Dewi melanjutkan.

Penandatanganan MoU yang difasilitasi Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) ini rencananya akan dilakukan dengan 17 cabang olahraga termasuk Perbasi, PSSI, dan PBSI.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, LADI mendapatkan sanksi dari WADA pada 7 Oktober 2021 karena dinilai tidak memenuhi tes doping plan (TDP).

Hukuman tersebut berdampak pada hak-hak Indonesia di olahraga internasional seperti dilarangnya bendera Merah Putih berkibar di ajang regional, kontinental, hingga kejuaraan dunia atau pertandingan yang dimiliki organisasi major event kecuali Olimpiade dan Paralimpiade.

Bukan hanya itu, Indonesia juga tak boleh menjadi tuan rumah event olahraga internasional selama satu tahun ke depan.

Selain penandatanganan MoU dengan 17 cabang olahraga, LADI juga bergerak cepat untuk menyelesaikan 24 pending matters kepada WADA.

Wakil Ketua Umum LADI, Rheza Maulana Syahputra, mengungkapkan dari 24 pending matters tersebut hampir seluruhnya sudah terpenuhi.

Setelahnya, LADI sudah bisa menandatangani MoU supervisi dengan JADA (Japan Anti-Doping Agency), pihak ketiga yang ditunjuk WADA untuk mengawasi proses tes doping.

“Penyelesaian sekitar 24 pending matters dan kelengkapan administrasi akan dipercepat dalam 1-2 hari ke depan,” kata Rheza dalam rilis yang diterima Kompas.com.

“Di mana langkah selanjutnya setelah itu sudah dikirim ke JADA dan WADA, LADI sudah dapat menandatangani MoU supervisi dengan JADA secepatnya,” ucapnya.

“Untuk selanjutnya, pelaksanaan pendampingan pemenuhan TDP (Test Doping Plan) 2021 dapat disegerakan dan diselesaikan.”

“Setelah TDP selesai, LADI akan mengajukan evaluasi atas status compliance ke WADA,” tutur Rheza Maulana Syahputra. (Uli)