Mencoba Pasar Tenun Jepara dengan Membuka @jajantenun

Selasa, 30 Oktober 2018
Nusantara | Uploader puspita

Indolinear.com, Yogyakarta – Jepara, mungkin orang langsung teringat pada ukiran kayu yang bagus dan kokoh.

Namun siapa sangka di Jepara ada satu desa yang isinya para pengrajin tenun. Nama desa itu adalah Desa Troso.

Begitu juga Lanang Putro Raharjo, pria asli Jepara itu tidak tahu kalau di kota asalnya Jepara ada desa pengrajin tenun.

“Pertama kali saya tahu itu ada teman yang menyuruh mampir ke Desa Troso untuk membelikan kain tenun, saya penasaran juga akhirnya saya coba mampir kesana,” ujarnya.

Awalnnya Lanang ke Desa Troso hanya untuk membeli beberapa pesanan tenun orang lain, namun semakin lama semakin banyak orang yang memesan tenun dari Jepara ini.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Lanang pun mempunyai ide untuk berjualan kain tenun Jepara ini. Untuk langkah pemasaran dan penjualan Lanang mengajak Anastasia Renggani untuk mengenbangkan usaha ini.

Pertama kali tenun dipasarkan dari mulut ke mulut dan dengan cara mengirimkan pesan pribadi. 

“Awalnya masih mulut ke mulut, lalu lewat socmed. Dan akhirnya kita bikin instagram @jajantenun disana ada foto motif kain tenun beserta harganya,” ujar Anastasia Renggani.

“Selain instagram @jajantenun, teman-teman juga bisa tanya tanya lewat whatsapp di nomor 0857-2903-0669,” sahut Lanang melengkapi perkataan Anastasia Renggani.

Menurut Lanang dan Ganik sapaan dari Anastasia Renggani, karena tenun itu asli dari Indonesia dan prinsip mereka ingin memberi edukasi mengenai kekayaan kerajinan Indonesia, khususnya kaij tenun nusantara.

“Selain jualan kain tenun, kami juga mulai mengajak beberapa penjahit di desa kami untuk menjahit kain tenun menjadi baju, dress, dan tas yang bagus dan cantik,” kata Ganik.

Kain tenun yang biasa dijual oleh @jajantenun berukuran 240 cm x 120 cm diberi harga Rp 135.000,- per potong kainnya. Motif yang tersedia masih terbatas karena pembuatannya bisa memakan waktu satu bulan.

“Bila teman – teman berminat, silakan follow instagram @jajantenun, disana ada kain yang masih ready stock. Kami berharap dengan adanya pemasaran kain tenun ini dapat menjadi wadah kami untuk berkarya dan berbagi, baik berbagi ilmu atau rejeki kepada orang-orang di sekitar kami,” tutup Lanang.(pit)