Mencetak Sejarah, Royal Enfield Sukses Membelah Kutub Selatan

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 1 Januari 2022
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Royal Enfield mencetak sejarah dengan menuntaskan ekspedisi 90° SOUTH yang merupakan perjalanan melintasi rute sepanjang 770 km ke Kutub Selatan menggunakan Royal Enfield Himalayan.

Upaya luar biasa ini dikonsepkan sebagai bentuk penghargaan atas komitmen merek sepeda motor tertua terhadap pure motorcycling.

Menurut Royal Enfield, 90° South adalah babak baru dalam rangkaian perjalanan sepeda motor yang menakjubkan. Dan ekspedisi ini merupakan yang pertama melintasi rute Kutub Selatan dengan kendaraan roda dua.

Perjalanan mulai berangkat dengan melintasi Antarktika dari 87 Derajat Selatan ke Kutub Selatan. Ekspedisi ini melibatkan dua rider, Santhosh Vijay Kumar dan Dean Coxson.

Pada 16 Desember 2021, mereka mencapai Kutub Selatan geografis dalam 15 hari, membuat upaya ambisius ini menjadi kenyataan.

Penjelajahan pertama tim tiba di Nova di Antarktika dari Cape Town. Selama empat hari di sana mereka untuk aklimatisasi, persiapan perbekalan, pengecekan peralatan dan sepeda motor.

Dari Novo, lanjut menempuh jarak 320 km selama 9 hari menuju Ross Ice Shelf yang merupakan titik awal yang ditentukan untuk para pengendara.

Di sana mereka menghadapi kondisi iklim ekstrem dengan suhu antara -30 hingga -25 derajat dan kecepatan angin 60 km/jam.

Selama perjalanan, tim bertemu dengan badai salju yang tak terduga dan memaksa untuk mengubah arah. Alih-alih memulai perjalanan dari 86 derajat Selatan, rider memulai perjalanan dari 87 derajat Selatan.

Meski terdapat beberapa hambatan di awal dan sedikit memutar, tim ekspedisi menyelesaikan perjalanan pada 16 Desember 2021 dan telah menciptakan sebuah sejarah baru, dilansir dari Liputan6.com (30/12/2021).

Dimodifikasi

Untuk ekspedisi ini, dua sepeda motor Royal Enfield Himalayan dimodifikasi secara internal, dengan peningkatan fungsional. Agar dapat menavigasi salju dan es serta dapat berfungsi dengan baik dalam kondisi ekstrem di Antartika.

Untuk torsi yang lebih besar di roda belakang, sproket penggerak utama telah diubah dari unit 15-gigi, menjadi unit 13-gigi.

Pengaturan roda tubeless dengan ban berpaku agar memungkinkan berjalan pada tekanan sangat rendah, dan untuk meningkatkan daya apung di salju yang lembut, sekaligus memberikan traksi di atas es.

Tim Royal Enfield juga meracang alternator lebih kuat agar menghasilkan lebih banyak arus dan memungkinkan tim untuk mengaktifkan gigi panas dari baterai.

Royal Enfield juga berinisiatif untuk memastikan tidak ada jejak yang ditinggalkan oleh tim ekspedisi kecuali jejak roda.

Sejalan dengan gagasan Royal Enfield #LeaveEveryPlaceBetter, para rider memastikan semua limbah termasuk kotoran manusia dibawa kembali untuk dibuang pada tempat yang tepat.

Saat ini tim sedang menuju Union Glacier, bagian barat Antartika yang mengambil titik start dari Punta Arenas, Chili. (Uli)