Mencari Hatchback Bekas Rp 100 Jutaan, Ini Pilihannya

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 19 September 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Ketimbang naik angkutan umum, mengendarai mobil pribadi bisa menjadi solusi untuk meminimalisasi penularan virus Corona Covid-19. Namun jika dana terbatas untuk beli unit baru, mobil bekas bisa jadi pilihan.

Dan model hatchback bisa menjadi jawaban di tengah padatnya perkotaan. Atau mungkin sebagai solusi komutasi di tengah pandemi. Berukuran kompak untuk memudahkan wara-wiri, juga praktis bila harus mengangkut penumpang.

Memang banyak seleksi anyar ditawarkan tiap pabrikan. Pun jika bujet terbatas, mayoritas LCGC dimainkan oleh kontestan kompak berbokong rata.

Andai anggaran terbatas namun LCGC masa kini tidak sesuai selera, pasar mobkas menarik untuk dilirik. Dengan tebusan Rp 100 jutaan (atau mungkin kurang), Anda dapat membawa pulang salah satu hatchback berikut ini yang dilansir dari Liputan6.com (17/09/2020)

Honda Brio 1.3

Kembalikan ingatan sekitar delapan tahun lalu. Tepatnya di 2012 saat Honda mengenalkan satu pemain city car baru untuk pasar Indonesia. Yep, itulah momen pertama nama Brio mulai dikenal khalayak.

Kompak dan begitu memikat lalu kemudian ia menyusup pasar LCGC. Harga bekas generasi pertama pre-facelift cukup menarik, dibanderol antara Rp 90-110 jutaan.

Desain orisinal Brio tampak lebih menawan ketimbang model facelift. Terlihat proporsional tanpa bumper kedodoran. Manis di mata. Memang tergantung selera dan preferensi.

Tapi di harga segitu, paling sesuai kantong ya pemain pre-facelift. Andai mau bersenang-senang, keluaran 2012-2013 masuk parameter awal. membayar lunas suguhan mesin bertenaga.

Boleh dibilang jadi opsi paling menyenangkan. Dalam tubuh mungil Honda Brio tersemat enjin empat silinder 1.300 cc i-Vtec. Output tenaga sampai 100 PS dibarengi torsi 127 Nm.

Tidak ada lagi Brio sekuat itu. Versi teranyar saja hanya dibekali unit pacu 1,2 liter dengan keluaran 90PS/110 Nm.

Urusan fitur tidak rendahan di tipe E. Kalau semua masih standar, di tengah melekat head unit 2DIN berisi fungsi radio, CD, USB, Aux, dan Bluetooth. Garda keselamatan diisi oleh dual SRS Airbag berikut sokongan peranti penghela laju ABS+EBD. Masih terbilang cukup untuk standar masa kini.

Toyota Yaris E

Nama Yaris terkenal di dunia hatchback Tanah Air sebagai pemain lama. Eksistensinya diawali kedatangan model global sekitar 2007. Harga bekasnya kini sudah sangat terjangkau, sekitar Rp 80-90 jutaan.

Namun ada baiknya mencari unit yang masih terbilang segar. Masuk akal melirik kelahiran termuda sebelum ia berganti generasi ke versi regional di 2014. Dengan demikian, pilihan dikerucutkan jadi tipe E 2012-2013.

Terkenal sebagai salah satu inisiator smart entry di dunia hatchback, sayangnya tipe E belum kebagian. Dalam strata keluarga Yaris saat itu, E diposisikan setingkat di atas varian termurah J.

Beberapa perangkat standar dibawa. Contoh head unit 2DIN terintegrasi dasbor berisi fungsi Radio, CD, MP3, dan Aux. Di sisi safety, Toyota membekali dual SRS Airbag sebagai perlindungan ekstra.

Yang membedakan adalah wujud eksterior. Aplikasi aero kit minimalis melekat di bumper depan, side skirt, mudflap, dan bumper belakang. Lainnya, ia menganut setir flat-bottom serta dibekali ABS+EBD.

Ada satu kesamaan di antara line-up Yaris: mesin. Semua kebagian unit 1NZ-FE berkapasitas 1,5 liter. Total ekstraksi mencapai 109 PS/141 Nm, tersalur ke roda depan melalui transmisi otomatis 4 speed atau manual 5 speed.

Suzuki Swift GT3

Suzuki Swift jadi salah satu kontestan pemikat jiwa muda. Sebab di generasi awal terdapat beberapa model berdandan sporty dan diberi nama GT.

Sesuai parameter bujet, ada baiknya mencari unit lansiran 2011 sebagai keluaran terakhir sebelum dilanjut penerus. Berselancar di bermacam situs jual beli, ia dapat kita tebus di sekitar Rp 100 jutaan.

Hal membedakan dari varian standar memang hanya di rupa eksterior. GT3 berdandan lebih sporty dan agresif lewat pemakaian bodikit khusus.

Pahatan bingkai foglamp bak mengisyaratkan kanal udara terbuka di sisi terluar. Berikut pula disudahi diffuser, spoiler belakang, dan sepatu 16 inci berpalang rapat.

Kendati berdandan agresif, Swift GT3 cenderung polosan untuk urusan fitur. Beralih dari CBU menjadi CKD, banyak kelengkapan disunat. Termasuk di dalamnya airbag, ABS+EBD, dan tombol kontrol audio.

Tanpa perubahan juga di balik kap mesin. Bersemayam jantung M15A DOHC VVT yang sanggup gelontorkan output 100 PS/143 Nm ke roda depan melalui girboks 4AT atau 5MT.

Daihatsu Sirion

Daihatsu Sirion patut dilirik bila mengincar pilihan paling muda, merek yang dikenal dekat, dan sesuai kantong. Tepatnya keluaran 2015 atau 2016 untuk meminang versi facelift terakhir.

Dirancang lebih sporty lewat rangkaian grille menyatu rongga apron dengan finishing ala serat karbon. Sebagian membuka harga di 98 juta, ada pula yang sampai Rp 110 jutaan.

Antara pilihan lain di seleksi ini, Sirion jelas terasa seperti anak paling bontot. Melenggok sesuai tren terkini. Lampu depan halogen proyektor dan sudah menyimpan rangkaian LED untuk lampu senja.

Dalam kabin hiburan tersaji melalui head unit 2DIN lebar berisi fungsi Aux, USB, dan Bluetooth. Pengaturan dapat terlaksana melalui audio steering switch.

Lalu di sisi safety, dual SRS Airbag siap melindungi hanya saja tidak diikuti peranti bantuan pengereman ABS.

Enjin empat silinder 1,3 liter mejeng guna memberikan dorongan laju Sirion. Sesuai kapasitas, ekstraksi jelas tidak begitu besar.

Hanya menorehkan tenaga 90 PS disertai tendangan torsi sekuat 117 Nm. Di rentang harga bekasnya, Anda bisa memilih antara girboks 4 speed automatic atau 5 speed manual.

Hyundai i20

Di rentang harga Rp 80-90 jutaan, Hyundai i20 tak boleh ketinggalan untuk dipertimbangkan. Sempat kalah pamor, kini ia menjadi pilihan hatchback anti-mainstream lantaran pengguna tidak begitu banyak.

Titik harga tadi bisa menebus varian termahal dengan fitur berlimpah kelahiran 2011. Adalah trim SG, menduduki kasta tertinggi anggota bermesin bensin.

Fitur terdengar moderat untuk kelas hatchback modern. Tapi di saat ia meluncur 2009, beberapa hal menjadi keunikan tersendiri.

Sebut saja tilt and telescopic steering, integrated audio system di dasbor, audio steering switch, lalu glove box dengan cooler system. Ditambah lagi keberadaan sunroof bawaan yang meningkatkan gengsi rasa mobil premium. Menarik bukan?

Di sektor pemacu, Hyundai sematkan enjin 4 silinder bensin 1,4 liter di varian SG. Total keluaran daya tidak mencengangkan, cenderung biasa saja.

Dicatatkan angka 100 PS keluar bareng momen puntir 136 Nm menuju roda depan. Dua pilihan transmisi tersedia, antara manual lima gigi atau otomatis empat percepatan.

Kia Rio

Terakhir, kontestan hatchback asal Negeri Ginseng lain juga memikat. Merogoh kocek Rp 100 juta atau bahkan kurang,

Anda bisa bawa pulang hatchback Kia Rio lansiran 2012. Dari sisi fitur mungkin kurang menarik namun di harga segitu bisa menebus Hatchback yang tergolong besar.

Urusan fitur mungkin tidak begitu memikat. Ambil contoh head unit single DIN. Secara penampilan biasa saja meski sebenarnya telah menganut fungsi USB, Bluetooth, dan koneksi iPod. Cerita serupa menyoal peranti keselamatan.

Hanya satu airbag siap melindungi sopir sementara sisanya harus puas dengan sabuk pengaman tiga titik. Kendati begitu, Kia Rio suguhkan dimensi ekstra di antara seleksi kali ini.

Tercatat pengukuran 4.045 x 1.720 x 1.455 mm (PxLxT). Bisa disetarakan Toyota Yaris teranyar (4.145 x 1.730 x 1.500 mm).

Mesin Gamma empat silinder 1,4 liter DVVT memberikan potensi gerak Rio. Total ekstraksi setara saudara serumpun Hyundai i20, mampu keluarkan daya total 107 PS/135 Nm.

Bedanya terletak di pengemban tugas distribusi ke roda depan. Kia jebloskan girboks manual enam percepatan atau otomatis empat percepatan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: