Menambahkan Opium Agar Pelanggan Ketagihan, Pedagang Makanan Di China Ditangkap

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 5 Oktober 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, China – Kepolisian Lunan, Lianyungang, Jiangsu, China telah mendapat laporan dari pelanggan sebuah kedai mie pada Agustus 2021. Pelanggan yang tak mau disebutkan namanya tersebut curiga kedai mi yang sering ia kunjungi menambahkan bahan ilegal ke dalam makanannya. Ia menaruh curiga lantaran video peringatan keselamatan publik yang membahas pengusaha curang mencampurkan bunga opium ke dalam makanan.

Dilansir dari Merdeka.com (04/10/2021), kepolisian China telah mencatat 155 kasus kriminal terkait penjual makanan nakal yang menambahkan opium ilegal ke dalam makanan. Tujuannya adalah menggugah selera makan pelanggan dan membuat pelanggan kecanduan terhadap makanan yang dijual di warung secara perlahan-lahan. Sebagian besar kasus seperti ini ditemukan di Provinsi Henan, Guizhou, dan Jiangsu.

Minyak Cabai Dicampur Biji Opium

Pelapor membawa sampel hidangan dari kedai langganannya ke polisi untuk diuji. Hasilnya, ditemukan kandungan papaverin yang tinggi di dalam mi lezat itu. Papaverin adalah zat yang tergolong narkotika. Sejumlah senyawa asing lain juga ditemukan dari sampel tersebut.

Polsek Lunan bekerjasama dengan Badan Penyelidikan Lingkungan Makanan dan Obat-Obatan China untuk melakukan penggeledahan terhadap kedai mi yang dimaksud. Mereka menyita sebuah pot besar berisi minyak cabai bumbu mi yang ternyata dicampur biji bunga popi (Papaver somniferum) yang merupakan bahan baku candu opium.

“Bumbu minyak cabai dicampur dengan biji bunga popi yang membuatnya jauh lebih enak. Rasa hidangan mi dingin secara keseluruhan jadi lebih enak, tetapi makanan ini dapat membuat kecanduan dan membahayakan kesehatan dalam jangka panjang,” ujar petugas Zhang Kaoshan.

Demi Kelangsungan Bisnis selama Pandemi Covid-19

Li, pemilik kedai mengakui tuduhan yang diberikan kepadanya saat dihadapkan polisi. Menurutnya, itu adalah satu-satunya cara untuk memulihkan bisnis dari kehancuran akibat pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak 2020. Ia mengaku telah kehilangan sebagian besar pelanggan selama lockdown. Jadi, ia berinisiatif untuk merebut kesetiaan konsumen dengan cara itu.

Li sengaja mencari pedagang bumbu yang bersedia menjual rempah dengan campuran biji bunga popi kepadanya. Rempah spesial itu direbusnya bersama cabai dan minyak kedelai. Jadilah minyak cabai dengan ‘resep rahasia’ yang bisa membuat pelanggan ketagihan. Kedai mi miliknya pun kembali ramai. Omzet kedai juga meningkat cukup tajam. Sayangnya, kini Li harus mendekam di balik jeruji besi gara-gara menjual makanan dengan bahan ilegal yang dianggap berisiko membahayakan kesehatan. (Uli)