Menag Minta Para Penceramah Tak Menjadikan Ruang Publik Untuk Ujaran Kebencian

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Senin, 23 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com,Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta para penceramah agama tidak menjadikan ruang publik untuk menyampaikan pesan berisi ujaran kebencian maupun ujaran penghinaan.

Menurutnta, aktivitas ceramah dan kajian, seharusnya dijadikan sebagai ruang edukasi dan pencerahan.

“Ceramah adalah media bagi para penceramah agama untuk meningkatkan pemahaman keagamaan publik terhadap keyakinan dan ajaran agamanya masing-masing, bukan untuk saling menghinakan keyakinan dan ajaran agama lainnya, dilansir dari Tribunnews.com (22/08/2021).

Ceramah adalah media pendidikan, maka harus edukatif dan mencerahkan,” kata Yaqut dalam keterangannya, Minggu (22/8/2021).

Di tengah upaya untuk terus memajukan bangsa dan menangani pandemi Covid-19, dikatakan Menag Yaqut, semua pihak mestinya fokus pada ikhtiar merajut kebersamaan, persatuan, dan solidaritas.

“Bukan melakukan kegaduhan yang bisa mencederai persaudaraan kebangsaan,” sambungnya.

Dia juga sebelumnya menyoroti soal ceramah Youtuber Muhammad Kece yang viral di media sosial karena diduga menghina simbol agama.

Dia mengingatkan bahwa ujaran kebencian dan penghinaan adalah tindak pidana.

“Menyampaikan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap simbol agama adalah pidana. Deliknya aduan dan bisa diproses di kepolisian, termasuk melanggar UU No 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama,” katanya

Sebelumnya, Youtuber dengan nama channel Muhammad Kece melakukan streaming dengan nada merendahkan dan melecehkan Nabi Muhammad serta agama Islam.

Di antara ucapan Muhammad Kece yang dipersoalkan, yakni dia menyebut kitab kuning yang diajarkan di pondok pesantren menyesatkan dan menimbulkan paham radikal.

Selain itu, dia juga menyebut ajaran Islam dan Nabi Muhammad SAW tidak benar sehingga harus ditinggalkan.

“Memang Muhammad Bin Abdullah ini pengikut jin,” kata Muhammad Kece dalam tayangan akun YouTube miliknya berjudul ‘Kitab Kuning Membingungkan’ yang diunggah pada 19 Agustus 2021 lalu. (Uli)