Membersihkan Jeroan Knalpot Mobil Pakai Air Ternyata Salah Besar

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 11 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Knalpot bertugas sebagai penyalur gas buang dari ruang mesin. Tidak heran jika knalpot akan kotor dan dipenuhi oleh kerak.

Kotoran yang menumpuk pada knalpot selain bisa menimbulkan polusi juga dapat mengurangi performa karena aliran gas buang menjadi terhambat.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kerak atau sisa-sisa oli di dalam knalpot. Misalnya untuk menghindari penumpukan kerak dengan memilih bahan bakar beroktan tinggi, atau melepasnya dan membakar bagian dalam knalpot dengan bensin agar kotoran terbakar.

Namun cara terbaru membersihkan knalpot diperlihatkan salah satu TikTokers dengan akun @cak_jeff. Ia menyemprotkan air melalui selang yang dimasukkan ke dalam lubang knalpot Isuzu Panther.

Setelah itu mesin dinyalakan dan gas digeber-geber, lalu keluarlah air dengan membawa kotoran dan sisa-sisa pembakaran yang menempel di dalam knalpot.

Amankah model pembersihan dengan memasukkan selang air ke dalam knalpot? Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memberi penjelasan, dilansir dari Liputan6.com (09/07/2021).

Berbahaya

Menurut Bambang, membersihkan kotoran dengan cara tersebut tidak direkomendasikan karena dapat membawa masalah. Air yang disemburkan selang bisa masuk sistem pembakaran mesin dan konsekuensinya setang piston akan bengkok.

Sementara dampak buruk lainnya adalah merusak catalytic converter jika knalpot mobil telah dilengkapi alat ini.

“Untuk tipe mesin yang belum memakai catalytic converter, bila tekanannya besar maka pada saat katup buang terbuka dapat menyebabkan air masuk ke ruang mesin yang dapat menyebabkan water hammer. Kalau tipe mesin yang sudah memakai catalytic converter dapat megakibatkan kerusakan pada part tersebut,” ungkap Bambang.

Namun jika yang dibersihkan hanya sebatas pipa knalpot tanpa menyemprot dengan tekanan tinggi ke dalam, air tidak terjebak di ruang mesin. “Bila air hanya berada pada pipa knalpot saat mesin dinyalakan maka air akan terdorong keluar,” jelasnya. (Uli)