Membersihkan Jasad Setahun Sekali, Tradisi Unik Tana Toraja Disorot Media Asing

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Selasa, 17 November 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Indonesia tidak hanya indah karena kecantikan alamnya saja, tapi juga keragaman budayanya yang menarik. Salah satu budaya tersebut ada di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Di Kabupaten Toraja Utara ini terdapat tradisi unik yang disebut Ma’Nene. Rupanya tradisi Tana Toraja ini mendapat sorotan media Inggris, Daily Star, yang dilansir dari Dream.co.id (15/11/2020).

Salah satu artikel harian online tersebut mengulas tentang Ma’Nene. Disebutkan bahwa tradisi tersebut dilakukan setiap setahun sekali.

Jasad Leluhur Dibersihkan Tiap Tahun

Dalam tradisi Ma’Nene, keluarga membersihkan jasad para leluhur yang sudah meninggal dunia selama puluhan atau bahkan ratusan tahun.

Foto di harian tersebut menampilkan sosok jasad leluhur warga Tana Toraja yang diberi pakaian lengkap dengan bandana dan topi.

Tidak sampai di situ saja. Keluarga yang memegangi jasad yang tinggal tulang berbalut kulit tipis itu menyelipkan sebatang rokok ke mulutnya.

Percaya Arwah Orang Mati Tetap Tinggal di Rumah

Masyarakat suku Toraja percaya bahwa setelah seseorang meninggal dunia, arwahnya masih tinggal di rumah. Karena itu mayat-mayat yang diawetkan itu tetap disuguhi makanan, pakaian, minuman dan bahkan rokok.

Jasad keluarga yang meninggal biasanya disimpan di rumah selama berbulan-bulan. Foto yang diambil menunjukkan ritual Ma’Nene yang biasa digelar sekitar bulan Juli, Agustus dan September.

Menurut wawancara yang dilakukan National Geographic pada 2016, perempuan Toraja bernama Yohana Palangda mengatakan ibunya meninggal secara mendadak sehingga keluarga belum siap untuk melepaskannya untuk dimakamkan.

Tiap Tahun Diberi Baju Baru

Karena itu, jasad orang yang meninggal hanya diletakkan di dalam rumah khusus yang dinamakan Patane.

Jasad tersebut akan diambil dan dibersihkan setiap setahun sekali. Pakaian yang digunakan jasad sebelumnya diganti dengan yang baru.

Untuk jasad pria akan diberi setelah jas lengkap mulai dari topi sampai kacamata, sedangkan untuk jasad wanita akan dikenakan gaun pengantin.

Masyarakat suku Toraja percaya kematian adalah bagian dari perjalanan jiwa melalui alam semesta.

Ritual Pemakaman yang Menyedot Biaya Besar

Masyarakat suku Toraja akan memperlakukan jasad tersebut seperti itu sampai mereka punya biaya yang cukup untuk menggelar ritual pemakaman yang disebut dengan Rambu Solo.

Tradisi Ma’Nene memang tidak seramai dan seterkenal Rambu Solo yang diselenggarakan secara meriah dan menghabiskan dana yang cukup besar, bahkan sampai menyembelih kerbau atau sapi. (UlI)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: