Mematenkan Mobil Listrik Honda Terdaftar di Indonesia, Sinyal Bakal Meluncur?

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 15 September 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Berdasarkan informasi Desain Industri dari Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Honda Motor Co., Ltd telah mengajukan permohonan dengan nomor A00201901438.

Kendaraan yang didaftarkan tersebut diduga kuat adalah Honda e, mobil listrik baterai (BEV). City car tersebut sudah lebih dulu mengaspal di Jepang dan Eropa sejak tahun lalu.

Meski bagian belakang tidak terlihat, wujud Honda e yang sudah didaftarkan itu minim perbedaan dengan unit yang telah dijual di Jepang dan Eropa.

Tampang retro futuristik bawaannya masih terlihat dengan bahasa desain old school namun modern.

Hal lainnya mencakup atap berwarna hitam, lampu depan bulat yang menyatu dengan grille hitam, ornamen hitam di kap mesin di mana tempat port charging berada, serta pelek lima palang.

Bagian terakhir cukup menarik karena Honda e dijual ke publik menggunakan pelek two tone 10 palang dengan desain minimalis. Sementara Honda e yang didaftarkan di Indonesia memakai desain pelek yang lebih sederhana, dilansir dari Liputan6.com (13/09/2021).

Harga

Jika mengacu pada Honda e yang sudah dijual di Inggris, mobil itu disematkan berbagai fitur kenyamanan dan keselamatan terkini.

Di antaranya layar besar dari sisi pengemudi hingga penumpang, penggunaan sistem kamera untuk spion luar, Honda Sensing, atap panoramic, serta sistem one pedal driving.

Motor listrik hatchback tersebut meletupkan tenaga sebesar 154 PS dengan torsi 315 Nm. Honda mengklaim akselerasi 0-100 km/jam hanya dalam hitungan 8.3 detik.

Baterai berukuran 35.5 kWh lithium-ion bawaannya bisa menempuh 220 km dalam sekali pengecasan penuh.

Honda e dibanderol mulai dari £28.215 atau Rp 544,4 juta (dengan kurs £1 = Rp 19.650) untuk tipe standar, sementara tipe Advance dijual £30.715 atau Rp 604 juta.

Sepertinya Honda e akan merecoki pasar Hyundai Ioniq dan Nissan LEAF? Menarik untuk ditunggu. (Uli)