Memahami Teknologi Mesh Wi-Fi System Dan Ragam Keunggulannya

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 5 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sering kali kita berada di area dead zone atau yang tidak terjangkau jaringan Wi-Fi. Kondisi itu menyebalkan bagi siapa saja yang ingin bekerja dengan kecepatan internet lebih tinggi dengan jangkauan yang lebih luas dan koneksi lebih andal. Berkat teknologi mesh, memungkinkan terjadi interkoneksi yang makin kuat antara perangkat dan node.

Teknologi mesh adalah inovasi dalam menciptakan jaringan luas dan stabil tanpa repot menambah perangkat lain seperti range extender. Range extender sering kali digunakan untuk memperluas jangakauan Wi-Fi. Meski fungsinya sama, cara kerja dan output-nya berbeda dengan mesh. Teknologi mesh menggabungkan beberapa unit router membentuk satu jaringan terpadu.

Pengguna router berteknologi mesh tidak akan merasakan putus-sambung pada perangkatnya ketika berpindah ruangan atau lantai di rumah, karena setiap node mesh bertindak sebagai router sendiri atau biasa disebut dengan istilah sealmess roaming.

Sebaliknya, pengguna range extender pada umumnya mengalami jeda ketika berpindah jaringan dan harus measukkan kata sandi kembali. Selain itu, range extender hanya memperpanjang sinyal asli router yang dapat mempengaruhi kualitas konektivitas itu sendiri.

“Bisa dikatakan teknologi mesh ini memberikan coverage atau jangkauan Wi-Fi lebih luas dan menghilangkan dead zones. Seamless roaming yang diciptakan memberikan kenyamanan internetan tanpa jeda, pengguna dapat leluasa bergerak di dalam rumah dan tetap terkoneksi,” kata Marketing Manager TP-Link Indonesia Yoshia, dalam keterangan pers, dilansir dari Merdeka.com (04/07/2021).

Dia memberikan keunggulan teknologi mesh yang ditawarkan oleh Mercusys Halo S3. Teknologi ini dapat melayani banyak perangkat terhubung secara bersamaan, sangat cocok untuk pengguna yang juga memiliki sistem smart home di rumah. Harganya pun cukup terjangkau, Mercusys Halo S3 dibanderol mulai Rp 300 ribuan.

Mercusys Halo S3 menawarkan kecepatan wireless hingga 300 Mbps, dengan satu jaringan terpadu: dilengkapi dengan teknologi mesh yang mana unit Halo S3 bekerja sama untuk membentuk satu jaringan rumah utuh terpadu dengan satu nama Wi-Fi (SSID) dan satu kata sandi.

Pengguna juga dapat menikmati seamless roaming yang mana perangkat terhubung akan secara otomatis beralih dari satu unit ke unit Halo lainnya saat pengguna Wi-Fi bergerak di sekitar rumah tanpa jeda. Halo S3 (2 Pack) dapat menyebarkan sinyal Wi-Fi hingga 200 meter persegi, sangat ideal untuk rumah dengan 2–4 kamar tidur. Dapat melayani hingga 40 perangkat yang terhubung secara bersamaan.

Sementara Halo S3 (3 Pack) dapat menyebarkan sinyal Wi-Fi lebih luas hingga 280 meter persegi, sangat ideal untuk rumah dengan 3–5 kamar tidur. Dapat melayani hingga 60 perangkat yang terhubung secara bersamaan. (Uli)