Meluncur Sebentar Lagi, Daihatsu Rocky Hybrid e:Smart Masuk Ke Indonesia?

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Rabu, 13 Oktober 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Awal tahun ini, dilaporkan bahwa Daihatsu berencana untuk meluncurkan versi hybrid dari Rocky sebelum 2021 berakhir. Hal tersebut, bahkan sudah dikonfirmasi, dan dipastikan akan mulai dijual di Jepang pada November 2021.

Berbicara spesifikasi, Daihatsu Rocky hybrid yang disebut e:Smart ini, dipersenjatai dengan mesin WA-VE tiga silinder berkapasitas 1,2 liter. Tidak ada rincian teknis terkait unit tersebut, yang pastinya mampu menghasilkan tenaga 86 Ps pada 6.000 rpm dan torsi 105 Nm pada 4.200 rpm.

Jika dilihat dari jantung penggeraknya, mesin tersebut sama dengan yang digunakan Daihatsu Rocky yang dipasarkan di Indonesia. Lalu, apakah PT Astra Daihatsu Motor (ADM) bakal membawa model ramah lingkungan ini ke Tanah Air?

Dijelaskan Audi Tarantini, R&D Testing Department Head PT ADM, semua kemungkinan pasti ada, untuk membawa teknologi yang terdapat di pasar global ke dalam negeri, termasuk Daihatsu Rocky hybrid e:Smart tersebut.

“Karena saya ada di bagian riset, sudah pasti kami harus meriset dahulu soal teknologi ini. Apakah bisa digunakan di Indonesia, karena pastinya memiliki banyak perbedaan dengan Jepang,” jelas Audi di sela-sela media test drive Daihatsu Rocky 1.2 L di Karawang, Jawa Barat, dilansir dari Liputan6.com (11/10/2021).

Empat kondisi di Indonesia

Lanjut Audi, dengan menggunakan energi dari baterai pastinya harus diperhatikan terkait kualitas penyimpanan tersebut tenaga tersebut. Baterai dikenal memiliki kelemahan dalam hal temperatur, air, debu serta getaran, dan semuanya menjadi kondisi yang terjadi di Indonesia.

Debu mampu merusak baterai. Kondisi cuaca membuat kelembaban yang berbeda dengan Jepang yang berujung pada kontak baterai dengan air. Belum termasuk soal banjir dan genangan air yang menjadi masalah di Indonesia.

Getaran juga termasuk hal yang merusak baterai. Di Indonesia kondisi jalannya berbeda-beda dan memiliki banyak goncangan.

“Empat kondisi ini kita selidiki. Kita cari komposisi yang pas untuk Indonesia,” pungkasnya. (Uli)