Melihat Keseruan Peserta Seleksi BPAP, PPAN dan KPN

FOTO: sopy/indolinear.com
Jumat, 15 Maret 2019

Indolinear.com, Tangsel – Melihat keseruan para peserta saat mengikuti seleksi Bahkti Pemuda Antar Porvinsi (BPAP), Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) dan Kapal Pemuda Nusantara (KPN), di lantai empat Balai Kota Tangsel. Para peserta selain mengikuti tes tertulis mereka harus melalui tes wawancara.

Acara dimulai sejak pagi, mereka duduk di satu ruangan untuk memulai tes tertulis dan wawancana. Sementara soal yang harus diisi berkaitan dengan pengetahuan umum. Para peserta mengerjakan dengan tekun dan tenang. Mereka mengisi jawaban dengan tanda silang berdasarkan jawaban yang dianggap benar.

Usai mengisi soal, giliran untuk tes pengetahuan umum dan seni budaya. Seorang penguji bekerja duduk menyender di kursi empuk. Sementara para calon pendaftar menunggu harap-harap cemas. Di sudut belakang terdengar, Saya bukan grogi mau maju tapi karena kediginan jadinya seperti ini,” ucapnya sambil ngobrol untuk mengisi waktu tunggu.

Satu perserta, saat dilakukan wawancara mungkin sekitar 10 menit, ditanyakan tentang pengetahuan umum serta seni budaya yang diketahui khususnya Tangsel dan Banten. Usai mengikuti tes pengetaun umum, harus mengikuti tes moral etika dan psikologi. Serta tes wawasan kebangsaan dan organisasi. Adapun untuk PPAN dan KPN mereka harus mengikuti tes bahasa inggris.

Salah satu peserta, Adasih A Arwan (23) menuturkan, dirinya telah menggantungkan niat ikut seleksi sejak 2017 silam. Berhubung saat itu masih berstatus mahasiswa, di Malang Jawa Timur maka sementara diundur lebih dahulu dan baru tahun ini dirinya mewujudkan mimpi yang semula tersimpan itu.

“Saya sejak duduk di bangku kuliah tahun 2017 silam ingin sekali iktu namun karena repot harus mondar mandir maka batal. Di tahun ini 2019 saya baru merealisasikan keinginan untuk ikut seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN),” tutur wanita berkerudung asal Sawah Baru, Kecamatan Ciputat ini.

Persiapan sendi, alumnus Brawijaya Malang ini sekitar dua pekan, setelah memperoleh informasi dari media. Tentu informasi adanya pendaftaran dan seleksi menjadi kesempatan yang cukup berharga bagi dirinya. Ia pun langusng mempersiapkan dengan berlatih tari dan persiapan-persiapan mental serta yang lain.

“Persiapanya belajar, belatih menari dan mendalami budaya Betawi. Tangsel dan Tangerang satu rumpun wilayah Provinsi Banten. Tentu saya menengal Budaya Betawi karena memang lahir di ini sambil mendalami,” tambah Adasih yang kini bekerja sebagai konsultan busnis di wilayah Tangsel.

Mimpinya semoga terwujud lolos ditingkat kota, hingga provinsi dan sampai nasional. jika dirinya terpilih sampai ke luar negeri, akan memperkenalkan budaya Indonesia perwakilan Banten. Bukan hanya itu, akan mengambil ilmu setelah diperoleh untuk ditularkan ke Tangsel.

“Sebagai wujud nasionalisme tentu bisa berbagi ilmu yang di dapat apabila memang lolos dan bisa mewakili hingga ke luar negeri,” doa wanita berparas cantik ini.

Kabid Pemberdayaan Pamuda, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel, Yayan Yanuardi sesaat sebelum tes tulis dirinya memberikan semangat kepada para peserta agar sungguh-sungguh hingga lolos sampai ketingkat provinsi dan nasional. Ada harapan besar dari Pemkot Tangsel supaya putra putri Tangsel menjadi perwakilan sampai tingkat nasional.

“Kami sangat mengharapkan kepada putra putri yang mengikuti seleksi semoga sampai lolos di tingkat provinsi hingga nasional. Terus tanamkan semangat dan rasa optimis agar bisa bersaing menjadi yang terbaik,” pesan Yayan.

Mimpi ini menjadi penantian yang ingn terwujud, pasalnya sejak dua tahun kebelakang ini dari Tangsel tidak ada yang mewakili hingga ke tingkat nasional. semoga tahun 2019 ini ada putra dan putri Tangsel sampai ke nasional dan ke luar negeri.

“Selama dua tahun ini belum ada yang masuk dalam pertukaran pemuda. Diharapkan tahun ini ada yang mewakili,” harap ia.

Selanjutnya diadakan tes talenta dan bakat. Masing-masing peserta diminta untuk tampil apa yang dimiliki, baik nari, musik, atau bernyani, bermain musik. Semua ditunjukan kepada penguji sebagai nilai tambah untuk menunjukan potensi diri yang dimiliki.(Sopy)