Melewati Jalan Angker Tengah Malam, Pria Ini Bertemu Rombongan Pengusung Keranda

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Kamis, 24 Desember 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sudah hampir setahun Zack terpaksa berjauhan dengan keluarga setelah dipindah ke cabang perusahaannya di Taiping, Perak, Malaysia, karena kenaikan jabatan.

Meskipun berjauhan, Zack tidak pernah melupakan tanggungjawab terhadap istri serta anak-anaknya. Dia akan pulang ke Baling, Kedah, setiap akhir pekan.

Namun dia mengakui perjalanan dari Taiping ke Baling memang melelahkan. Apalagi jika harus pulang dan pergi setiap pekan.

Jadi, untuk menghemat waktu dan bahan bakar, Zack mengambil keputusan untuk menggunakan jalan pintas. Dari sinilah satu kejadian yang menyeramkan terjadi kepadanya, dilansir dari Dream.co.id (22/12/2020).

Ada Jalan Pintas Tapi Lewat Kawasan Hutan

Cerita berawal saat Zack bertanya kemungkinan ada jalan pintas jika mau pulang dari Taiping ke Baling. Rekan-rekannya mengatakan ada jalan pintas, tapi melewati jalan kampung.

Tapi jalan kampung ini agak berbahaya pada waktu malam. Apalagi jalan tersebut berada dekat kawasan hutan. Takutnya hewan liar seperti babi hutan atau tapir melintas.

Belum lagi ada beberapa hewan ternak seperti kerbau dan juga sapi yang suka tidur di atas jalan yang biasanya dilewati kendaraan.

” Kata rekan-rekan, jalan pintas itu memang cepat tapi berbahaya kalau menyetir waktu malam. Kata mereka, berbagai kejadian aneh akan terjadi.

” Mereka bilang saya lebih baik menggunakan jalan raya seperti biasa atau jika pakai jalan kampung, menyetir pada waktu terang saja,” katanya.

Pengalaman Pertama Berjalan Lancar

Mendengar nasihat rekan-rekannya, Zack berangkat ke Kedah saat pagi melalui jalan pintas. Melewati Kamunting, Zack menuju ke Pondok Tanjung sebelum menyusuri Selama di Perak.

Dari Selama, dia masuk Kedah yang berbatasan dengan daerah menuju ke Mahang, Karangan dan seterusnya Kuala Ketil sebelum sampai daerah Baling.

Perjalanan pada waktu pagi itu berjalan lancar meskipun jalannya agak berbahaya. Selain banyak belokan tajam, monyet juga berkeliaran sepanjang jalan.

” Namun perjalanan agak tenang karena pemandangan dipenuhi dengan pohon kelapa sawit sepanjang perjalanan,” ujarnya.

Pulang Lewat Jalan Pintas Saat Malam

Lama-kelamaan Zack mulai terbiasa dengan jalan pintas lewat Pondok Tanjung tersebut. Dia pun percaya diri untuk balik ke Taiping pada waktu malam menggunakan jalan yang sama.

Kebetulan ketika itu Zack terpaksa balik ke Taiping lewat malam karena harus menghadiri undangan di Baling. Ternyata tindakan itu satu keputusan yang salah.

” Pada awalnya perjalanan lancar sampai saya tiba di Pondok Tanjung. Saat itu kurang lebih 30 minit untuk sampai ke Taiping. Jam ketika itu sudah menunjukkan pukul 2 pagi.

” Entah kenapa saya rasa seram tetapi saya teruskan perjalanan seperti biasa sebelum saya lihat ada banyak orang sedang berjalan kaki di tengah jalan raya,” jelasnya.

Kondisi Gelap Tapi Banyak Orang di Tengah JalanPada mulanya Zack tidak menaruh curiga atau merasa aneh karena rombongan itu dalam jumlah yang banyak. Saat Zack terpaksa melambatkan kendaraan karena orang-orang itu berjalan di tengah jalan raya.

” Bayangkan dalam gelap itu, pukul dua pagi, mereka berjalan kaki beramai-ramai. Saya sampai terpaksa lambatkan mobil dan matikan lampu jauh yang saya gunakan sebelumnya,” katanya.

Zack tidak melihat ada celah untuk mendahului rombongan tersebut karena jumlahnya amat banyak. Dia pun ambil keputusan untuk mengikuti mereka perlahan-lahan dari belakang.

Namun, beberapa menit mengikuti dari belakang, Zack mulai merasa aneh. Di benaknya muncul pertanyaan kenapa begitu banyak orang pada waktu itu di jalan raya?

Rombongan Orang Mengusung Keranda

Kata Zack, dia memberanikan diri dengan memberhentikan mobil di tepi jalan sebelum menyalakan lagi lampu jauh. Begitu melayangkan pandangan ke arah rombongan itu, dia melihat mereka sedang mengusung keranda jenazah.

Darahnya mula berdesir, sementara otaknya baru menyadari bahwa semua orang dalam rombongan itu tak ada satu pun yang membawa lampu senter atau penerangan lainnya untuk mengiringi jenazah ke kawasan perkuburan.

” Saya masih berpikiran positif dan kembali mengikut rombongan itu dari belakang. Meski dapat penerangan dari mobil saya, tak seorang pun dari rombongan pengusung keranda itu yang menoleh ke arah saya.

” Justru saya yang mulai ketakutan. Saya menoleh ke kiri dan ke kanan, dan baru sadar semuanya adalah kawasan hutan! Mana ada rumah di kawasan seperti ini?

” Dengan jantung berdebar dan ketakutan, saya langsung melaju kencang dan mencoba lewat bahu jalan untuk mendahului rombongan aneh itu. Saya sudah tak pandang kiri kanan lagi dah,” ceritanya.

Saat Malam Jadi Kampung Makhluk Halus

Sampai di Taiping, Zack langsung mengunci diri dalam kamar namun tidak dapat memejamkan mata karena merasa terganggu dengan kejadian itu.

Keesokan harinya, Zack mengalami demam selama beberapa hari. Sejak itu dia tidak lagi berani menggunakan jalan itu pada waktu malam.

Menurut cerita orang lama, banyak kejadian aneh pada waktu malam berlaku di Pondok Tanjung yang dikelilingi kawasan hutan.

Pada waktu siang kawasan itu banyak dipenuhi monyet yang menanti makanan dari pengguna jalan yang lewat. Pada waktu malam wilayah tersebut merupakan kawasan perkampungan orang Bunian.

Jadi, tidak mengherankan siapa pun yang melalui kawasan itu pada tengah malam, jika nasib kurang baik akan berjumpa dengan macam-macam penampakan.

Di antara penampakan yang kerap menjadi perbincangan orang adalah bertemu rombongan orang mengusung keranda atau ibu berjalan dengan dua anak. Terkadang mendengar ada banyak orang sedang mandi di anak sungai di kawasan itu.

Pernah juga terjadi seorang penunggang motor nyaris jatuh ke jurang. Saat masih jauh, lampu motornya menunjukkan jalan itu lurus. Tapi apabila sudah dekat, ternyata ada belokan tajam.

Penunggang motor itu bernasib baik karena pada waktu kejadian, kira-kira pukul 11 malam, dia tidak menunggang motor dengan kencang. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: