Medali SEA Games Aprilia Manganang Terancam Dicabut, Ini Respons KOI

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Jumat, 12 Maret 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Status medali yang pernah diraih mantan atlet voli timnas putri Indonesia, Aprilia Manganang, dipertanyakan usai dirinya dipastikan berjenis kelamin laki-laki.

Aprilia Manganang telah meraih sejumlah prestasi saat membela timnas voli putri Indonesia, khususnya di ajang SEA Games.

Bersama timnas voli putri Indonesia, Aprilia sukses meraih medali perunggu pada SEA Games 2013 dan 2015 serta medali perak pada edisi 2017.

Namun, nasib medali Aprilia kini menjadi pertanyaan menyusul pengumuman dirinya yang dipastikan berjenis kelamin laki-laki.

Kepastian itu diumumkan Kepala Staf Angkata Darat (KSAD) TNI, Jenderal Andika Perkasa, dalam konferensi pers yang dihelat Selasa (9/3/2021).

Menurut Andika Perkasa, Aprilia Manganang yang juga merupakan prajurit TNI aktif dengan pangkat Sersan Dua (Serda) telah menjalani pemeriksaan medis sejak 3 Februari 2021.

Hasilnya, Aprilia Manganang dipastikan berjenis kelamin laki-laki. Sebab, hasil pemeriksaan medis menunjukkan Aprilia Manganang lebih memiliki organ tubuh laki-laki.

Tidak hanya itu, kadar hormon testosteron yang identik dengan laki-laki juga ditemukan lebih tinggi di tubuh Aprilia Manganang.

Andika Perkasa mengatakan, Aprilia Manganang mengalami hipospadia, suatu kelainan pada saluran kemih atau uretra dan penis.

Dikutip dari Kompas.com (11/03/2021), hipospadia merupakan kelainan bawaan yang umumnya dialami sejak lahir.

Tingkatan hipospadia juga bermacam-macam. Salah satu dari tiga jenis hipospadia yang paling sering ditemukan adalah lubang saluran kemih terletak di bagian bawah penis.

Lantas, bagaimana status medali yang pernah diraih Aprilia Manganang selama berseragam timnas voli putri Indonesia?

Sekretaris Jenderal KOI (Komite Olimpiade Indonesia), Ferry Kono, menegaskan status medali Aprilia menjadi kewenangan SEAGF (Southeast Asian Games Federation).

Namun, Ferry menilai medali Aprilia Manganang tak seharusnya dianulir sebab dia sudah mendapat pengakuan teknis bahwa ia adalah perempuan saat bertanding di SEA Games.

“Sementara ini kami sedang menugaskan komisi medis KOI untuk mencari klarifikasi yang legitimate,” kata Ferry Kono.

“Terkait medali, nantinya akan menjadi kewenangan SEAGF. Namun, menurut kami seharusnya Aprilia sudah mendapatkan pengakuan teknis pada saat technical meeting sebelum event berlangsung.”

“Kami nantinya juga akan berkomunikasi dengan Komisi Sport and Rule SEAGF,” tutur Ferry Kono menambahkan.

Lebih lanjut, Ferry Kono mengungkapkan bahwa status medali Aprilia Manganang akan aman apabila tak ada protes dari negara lain.

“Akan tetapi, bila tidak ada negara lain yang melakukan banding terhadap keputusan pada SEA Games lalu, tentu isu tersebut tidak perlu dikhawatirkan,” ujarnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: