May Day, Buruh Kota Bekasi Berencana Santuni Anak Yatim

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 2 Mei 2021
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Peringatan Hari Buruh atau May Day, Sabtu (1/5/2021),  akan dilakukan dengan cara berbeda oleh buruh di Kota Bekasi.

Fajar Winarno Sekretaris DPC KSPSI Bekasi menjelaskan, saat Hari Buruh tak akan melakukan aksi unjuk rasa turun ke jalan seperti tahun sebelumnya.

“Kalau dari kami SPSI besok tidak mengagendakan untuk turun ke jalan. Tapi lebih banyak refleksi diri saja,” kata Fajar saat dikonfirmasi, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (01/05/2021).

“Untuk besok tanggal 1, hanya buka bersama dan santunan anak yatim. Itu untuk kegiatan May Day tahun ini,” ucapnya lagi.

Santunan kepada anak yatim itu bersumber dari dana patungan para pekerja.

Santunan itu juga akan diberikan kepada keluarga pekerja anggota SPSI lain yang telah meninggal.

“Santunan sendiri untuk para keluarga pekerja, karena kami mempunyai anggota yang sudah ada yang meninggal dan masih ada Keluarganya seperti anak istri.”

“Sumber dananya itu sendiri dari patungan temen-temen sendiri,” ujarnya.

Sedangkan beberapa perwakilan serikat buruh di Jakarta akan menyampaikan petisi kepada Presiden Joko Widodo.

Petisi  itu untuk membuat peraturan perundang-undangan menggantikan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan.

“Tetapi, perwakilan kami dari pusat akan menyampaikan aspirasi melalui petisi ke Presiden.”

“Agendanya menyampaikan petisi, yang pertama agar pemerintah pusat dalam hal ini presiden secepatnya membuat perpu untuk membatalkan undang-undang 11.”

“Kedua, kami akan menyampaikan aspirasi secara keterwakilan ke Mahkamah Konsitusi,” tutur Fajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Ika Indah Yarti menyatakan, telah menerima laporan dari kepolisian terkait permohonan melakukan unjuk rasa oleh  buruh.

“Pergerakan buruh terkait May Day berdasarkan surat permohonan unras (unjuk rasa-Red) kepada kapolres, iya ada,” kata Ika saat dikonfirmasi.

Berdasarkan surat tersebut, ratusan orang akan berpartisipasi dalam unjuk rasa menuntut dihapusnya UU No 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan.

Namun Ika tak menjelaskan lokasi unjuk rasa yang akan dilakukan para buruh.

“Dalam surat, jumlah peserta sebanyak 500 orang, semoga semua berjalan dengan kondusif.”

 

“Mereka menuntut tentang UU no 11 tahun 2020, tentang cipta kerja klaster ketenagakerjaan,” ujarnya.  (Uli)