Masyarakat Setu Diberikan Pelatihan Tata Cara Pemulasaraan Jenazah

FOTO: Eksklusif Disperkimta Tangsel for indolinear.com

Indolinear.com, Tangsel – Saat ini profesi memandikan jenazah kian langka. Atas dasar tersebut, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Pemusalaraan Jenazah.

Kegiatan yang diikuti masyarakat ini dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Setu pada Rabu, 17 Juli 2019.

Pada sambutannya Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan, kegiatan ini bertujuan agar masyarakat memperoleh pengetahuan tentang cara memandikan jenazah yang benar.

“Sekarang ini jarang sekali diketahui oleh orang awam, bahkan banyak yang takut untuk mempelajarinya,” katanya.

Menurutnya sebagai seorang muslim dan muslimah, semua harus bisa cara memandikan jenazah dengan baik dan benar.

“Jangan takut untuk mempelajarinya karena kita semua nanti akan mati juga. Jadi tidak sia-sia untuk belajar tentang cara memandikan jenazah karena nanti kita bisa mempraktekkannya apabila ada orang terdekat kita yang meninggal dunia,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Tangsel berencana akan melakukan program penggratisan sarana dan prasarana kematian untuk masyarakat. Seperti  kain kafan hingga penggali kubur.

“Kalau bisa setiap tahunnya kita adakan petugas mandi jenazah terbaik berprestasi. Dan hadiahnya umroh,” pungkasnya.

Pelaksana Tugas Kepala Disperkimta Kota Tangsel, Teddy Meiyadi mengatakan bahwa nantinya akan ada informasi ketersediaan liang lahat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) tertentu.

“Nantinya kita akan memperbanyak anak muda dan amil wanita. Karena kan tidak mungkin jika yang meninggal perempuan dan yang membersihkan laki-laki,” jelasnya.

Karena jumlah penduduk Tangsel yang meningkat, oleh karena itu pihaknya sedang mempersiapkan makam TPU Sarimulya khusus warga Tangsel dengan luas 20 Hektar. Pemkot Tangsel pun akan memberikan santunan kematian bagi warga kurang mampu senilai Rp3 juta untuk satu orang.

“Tujuannya untuk meringankan beban yang ditinggalkan. Seperti untuk membeli kafan, ongkos gali, dan lainnya. Sesuai dengan Perda dan menunggu ketentuan Perwal, tahun 2019 ini akan diterapkan untuk mencover 1500 orang dalam setahun,” kata Teddy.

Tedi menjelaskan kedepan akan memberikan penerangan di lokasi makam agar tidak gelap. Kemudian juga membentuk yayasan di setiap lokasi makam agar bisa mendapatkan bantuan dari negara.(ADV)