Masih Tetap Bertahan, Proton Siap Perkenalkan SUV X70

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Senin, 18 Maret 2019

Indolinear.com, Jakarta – Lama tak terdengar kabarnya, Proton tetap akan menjalankan bisnisnya di Indonesia. Bahkan, Proton siap memperkenalkan SUV X70 di Tanah Air.

Dalam surat elektronik, Proton berkabar dan tidak meninggalkan pasar Indonesia maupun pelanggannya. Servis mobil Proton tetap dilakukan oleh 23 pusat layanan di seluruh penjuru negeri. Lalu semua klaim, garansi mobil juga tetap dilakukan. Dan yang tak kalah penting, ketersediaan suku cadang. Meski kegiatan bisnis tampaknya tidak aktif di Indonesia, tapi Proton berjanji tetap mengimpor suku cadang, sesuai kebutuhan pelanggan.

“Indonesia sebagai pasar otomotif terbesar di kawasan Asean. Negara ini sangat penting bagi pertumbuhan penjualan Proton di masa depan. Perubahan posisi bisnis di negara ini, tidak mengubah niat kami untuk menjajakan berbagai kendaraan baru kami. Misalnya seperti Proton X70, dalam waktu dekat ini. Kami saat ini sedang mengadakan pembicaraan, untuk menunjuk distributor lokal. Pastinya untuk membantu memperluas jangkauan kami di sini. Dan memungkinkan kami menjangkau lebih banyak pelanggan potensial,” kata Steven Xu, Direktur Penjualan Internasional Proton, dilansir dari Liputan6.com (16/03/2019).

Mereka paham soal ketatnya kompetisi otomotif Indonesia. Perusahaan tahu diri dan menyiapkan strategi lanjutan. “Proton memahami bagaimana beberapa pihak prihatin dengan perubahan ini. Tetapi kami ingin meyakinkan pelanggan, penggemar dan mitra bisnis kami di Indonesia. Perusahaan tidak akan meninggalkan negara ini dan kami siap membawa perubahan. Dari kondisi sebelumnya, dalam waktu dekat,” tambah Xu.

Geely mengakuisisi 49,9% saham Proton pada 2017. Makanya, perusahaan telah merencanakan ekspansi agresif di pasar domestik dan luar negeri. Proton meluncurkan rencana bisnis 10 tahun, yang menyatakan niatnya untuk menjual 400.000 mobil saban tahun, pada 2027. Dan sebagian besar penjualan dihasilkan oleh pasar ekspor.

Tujuan jangka panjangnya, untuk menjadi yang teratas di pasar domestik dan menjadi merek terlaris ketiga di Asean. Pada 2018 penjualan ekspor Proton Malaysia, diklaim tumbuh lebih dari lima kali lipat dari tahun sebelumnya.

Sekadar info tambahan. Saham Proton Holdings Berhad 50,1% dimiliki DRB-HICOM Berhad. Dan 49,9% dicaplok perusahan Cina, Zhejiang Geely Holding Group Co. Ltd. Merek ini didirikan pada 1983. Proton juga memiliki fasilitas penelitian dan pengembangan (R&D) di Asia Tenggara. Perusahaan dibangun dengan tiga tujuan kebijakan nasional utama: mempelopori pengembangan industri manufaktur komponen, memperoleh dan meningkatkan teknologi industri manufaktur otomotif dan memperkuat daya saing internasional kemampuan industri Malaysia. (Uli)