Masih Ada Orang Jujur Di Indonesia! Pak Tua Ini Buktinya

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Senin, 16 Agustus 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Di tengah ketidakpastian hidup, kejujuran kini seolah kian langka ditemui. Namun, seorang pria tua pengemudi ojek online yang satu ini memiliki kejujuran luar biasa.

Saat bekerja, ia mendapati satu unit sepeda motor lengkap dengan kunci. Namun, sikapnya justru tak terduga.

Pria itu pun langsung mendapatkan balasannya. Lantas, apa yang diterimanya sebagai imbalan? Berikut ulasan selengkapnya, Dilansir dari Merdeka.com (14/08/2021).

Temukan Motor di Pinggir Jalan

Melansir dari sebuah video yang diunggah akun Instagram @hasanjr11, seorang pengemudi ojek online (ojol) terlihat berdiam diri di pinggir jalan. Rupanya, ia mendapati satu unit sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan.

Motor itu disebutnya aneh. Sebab, motor itu serta-merta ditinggal pergi pemiliknya dengan kunci yang masih menggantung.

“Lagi ngapain, pak?” kata seorang pemuda.

“Ini ada motor, aneh kok ada kuncinya, gak ada orangnya,” jawabnya.

Tunggu Pemilik Datang

Pengemudi ojol berkopiah itu lantas rela menunggu sang pemilik datang, menjemput sepeda motor miliknya. Ia berinisiatif untuk langsung mencabut kunci motor dan menunggu sang pemilik.

“Makanya saya tak ambil, saya tunggu. Jangan sampai nanti ada orang, tak selamatkan dulu,” katanya.

“Siapa tahu nanti ada yang datang, yang punya,” tambahnya.

Tak Kuasa Mendapat Balasan

Pemuda yang menghampirinya itu lantas mengaku jika sepeda motor itu merupakan miliknya. Sempat tak percaya, ia pun ditunjukkan sang pemilik dengan surat-surat kepemilikan yang sah.

“Ini sebenarnya motor saya, pak,” kata pemuda itu.

Kaget tak terduga, motor itu pun langsung diserahkan sang pemilik sebagai hadiah kepada pengemudi ojol yang telah jujur. Lagi-lagi, hadiah cuma-cuma itu sempat ditolaknya. Sujud syukur pun mengiringi pengemudi ojol itu saat menerima hadiah berupa satu unit sepeda motor lantaran kejujuran yang luar biasa.

“Itu buat bapak saja,” terangnya.

“Yang benar?” tanyanya.

“Iya itu buat bapaknya saja,” jelas pemuda itu.

“Jangan, jangan,” tolaknya.

“Karena ini bayaran untuk orang jujur, pak,” terangnya.

“Terima kasih banyak, mudah-mudahan Gusti Allah memberi pahala yang banyak dari yang telah diberikan kepada saya,” katanya. (Uli)