Masalah Teknis, Tesla Menarik 475 Ribu Mobil Dari Pasaran

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 19 Januari 2022

Indolinear.com, Jakarta – The National Highway Traffic Safety Administration/ NHTSA Amerika Serikat meminta Tesla untuk menarik mobil listrik model S dan model 3 lantaran masalah spion dan bagasi serta sistem asisten pengemudi. Tesla pun akhirnya menarik sebanyak 475.000 mobil dari pasar.

Dilansir dari Merdeka.com (18/01/2022), recall hampir setara dengan setengah juta kendaraan yang dikirim Tesla tahun lalu.

“Sekitar 200.000 kendaraan Tesla akan ditarik di China,” kata regulator China.

Regulator pasar China mengatakan Tesla akan menarik hampir 200.000 kendaraan di negara itu, termasuk 19.697 model S yang diimpor, 35.836 Model 3 impor, dan 144.208 Model 3 buatan China.

Menurut laporan, pabrikan kendaraan listrik AS itu menarik kembali 356.309 kendaraan Model 3 (2017-2020) untuk mengatasi masalah kamera spion dan 119.009 kendaraan Model S karena masalah kap depan.

Namun sayangnya, hingga saat ini Tesla belum memberikan komentar terkait masalah tersebut.

“Untuk sedan Model 3, kabel-kabel kamera spion mungkin rusak karena sistem buka tutup penutup bagasi, sehingga gambar pada kamera spion tidak dapat ditampilkan,” kata NHTSA.

Di sisi lain, Tesla mengaku telah mengidentifikasi 2.301 klaim garansi dan 601 laporan mengenai masalah ini untuk kendaraan yang beredar di AS.

“Untuk kendaraan Model S, masalah tali pengait dapat menyebabkan bagasi depan terbuka ‘tanpa peringatan dan menghalangi visibilitas pengemudi, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan,” ungkap Tesla.

Menurut NHTSA, Tesla mengaku tidak mengetahui adanya kecelakaan, cedera, atau kematian terkait dengan masalah yang dikutip dalam recall mobil Model 3 dan Model S. (Uli)