Mapala FT Untirta Gelar Lomba Lintas Alam Tingkat Nasional

FOTO: indolinear.com
Selasa, 3 September 2019

Indolinear.com, Cilegon – Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Krakatau Fakultas Teknik (FT) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banten menggelar Lomba Lintas Alam Tingkat Nasional dalam rangka memperingati HUT Ke-74 RI di Pulau Kali, Bojonegara, pada Sabtu (31/8/2019).

Lomba ini diikuti oleh 17 tim, dengan masing-masing tim yang berjumlah tiga orang. Asal domisili dari tim peserta lomba pun beragam, mulai dari Pandeglang, Bandung, Depok, hingga Lampung.

Ketua Pelaksana (Ketuplak) lomba, Abdurrahman Aziz mengatakan bahwa sampah yang bertumpuk dan belum dijadikannya sebagai lokasi pariwisata jadi penyebab dipilihnya lokasi lintas alam.

“Sampah yang bertumpuk serta belum dijadikannya tempat wisata, padahal lokasi tersebut potensial untuk menjadi lokasi wisata,” kata Ketua Pelaksana.

Adapun rute perjalanan lomba sepanjang 20 KM ini berawal dari Pulau Kali, Pulau Jawa, Pemukiman Sumur Ranja, Gunung Gede Bojonegara, Desa Pakuncen ,Tebing Bocah Desa Pakuncen, Perbukitan Batu Lawan, Perbukitan Palm, hingga berakhir di Kampus FT Untirta.

Tidak hanya Lomba Lintas Alam, donor darah, gerakan zero sampah, dan penanaman 500 pohon mewarnai kegiatan tersebut.

“Hal ini harus kita lakukan secara gotong royong dan berkesinambungan,” kata Aziz.

Masih menurutnya, lomba ini menghadirkan tiga aspek yang dapat menanggulangi permasalahan yang berkesesuaian dengan keinginan dan kebutuhan bangsa, di antaranya aspek lingkungan, aspek pemuda dan olahraga, serta aspek sosial.

Dirinya pun berharap dengan diadakannya lomba ini Pulau Kali bisa berkembang dengan adanya perbaikan pulau, penanggulangan sampah, dan lokasi bisa jadikan tempat wisata.

Senada dengan di atas, Jon dari Mapala Universitas Lampung (Unila) berharap agar Alam Banten tetap lestari dan tidak adanya perusakan lingkungan baik dengan pengerukan tanah maupun penggusuran lahan.

“Sayang alamnya kalo diambil terus, buminya kalo dikeruk, banyak kan bumi yang digusur-gusur gunung-gunung, kasihan itu.” tutup Jon.(pit)