loading...

Manchester United Menang Terus, Bukti Gaya Solskjaer Kalem tapi “Ngegas”

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Sabtu, 11 Juli 2020

Indolinear.com, Jakarta – Performa Manchester United di bawah asuhan pelatih Ole Gunnar Solskjaer semakin mengesankan seiring berjalannya waktu.

Sempat mendapat banyak kritikan dan keraguan, Man United saat ini belum terkalahkan dalam 17 pertandingan (13 menang, empat seri) di lintas kompetisi.

Dalam empat laga terakhir, Man United kian beringas dengan selalu mencetak tiga gol atau lebih.

Hasil tersebut membuat tim berjuluk Setan Merah itu menyamai rekor Liverpool pada Oktober 1987 atau tepatnya sekitar 33 tahun silam.

Setan Merah menjadi tim Liga Inggris pertama yang dapat memenangkan empat laga beruntun dengan selisih tiga gol atau lebih pada abad 21.

Man United menang 3-0 atas Sheffield United (25/6/2020), membungkam Brighton 3-0 (1/7/2020), menekuk Bournemouth 5-2 (4/7/2020), dan yang terbaru mereka menang 3-0 atas Aston Villa.

Di balik catatan manis tersebut, Man United saat ini hasil dari tangan Ole Gunnar Solskjaer.

Melansir dari Kompas.com (10/07/2020), Solskjaer terkenal pribadi rendah hati tetapi tegas dan ciri tersebut sangat mempengaruhi skuad Man United.

Pelatih asal Norwegia itu dikenal sosok kalem tetapi diam-diam berani tancap gas.

“Jadi ini masa yang menarik. Tapi itu bahkan belum mendekati kesuksesan,” kata Solskjaer.

Keberhasilan sang pelatih mengolah Setan Merah dinilai berkat rangkaian kata yang keluar dari Solskjaer. Terlebih, ketika masa pandemi dan Marcus Rashford cs harus berlatih mandiri.

Kondisi berlatih mandiri merupakan tanggung jawab berat bagi seorang pemain, tetapi Solskjaer membuat mereka termotivasi.

Petuah sang pelatih membuat skuad Man United makin bergelora.

“Kalian ada di klub terbesar di dunia, kalian punya tanggung jawab.” “Kalian punya keistimewaan untuk tetap bugar dan jika kalian tidak disiplin dalam dua atau tiga bulan dalam merawat diri kalian sendiri, saat itulah saya membuka pintu dan bilang ‘carilah sendiri ke tempat lain’.

” Kepercayaan adalah kata kunci untuk kebanyakan manajer dan tak terkecuali Solskjaer. Dia telah menikmati ikatan yang demikian kuat dengan rekan-rekan satu timnya pada 1990-an dan bekerja keras membangun kultur yang lebih baik di balik Old Trafford.

Ketika Solskjaer berada di kursi kepelatihan, lingkungan di Man United lebih bersahabat meski perjalanan Setan Merah banyak pemain bintang keluar masuk. Di sisi lain kompetisi di antara pemain sangat sengit, tetapi ada keyakinan pada setiap orang untuk kompak.

“Menyenangkan bisa menyaksikan mereka masuk pertandingan dengan percaya satu sama lain, saling percaya antar sesama rekan satu tim, percaya apa yang harus dilakukan dalam pertandingan dan pesan yang kami berikan kepada mereka,” kata Solskjaer. “Fokusnya fantastis, hebat sekali,” tutup dia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: