Manajemen: Program Kartu Prakerja Bukan Bansos, Membutuhkan Kemandirian Peserta

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 22 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Direktur Eksekutif Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari menegaskan Program Kartu Prakerja bukan program bantuan sosial (bansos).

Program tersebut merupakan satu-satunya program semi bansos yang menggunakan on demand aplication yang membutuhkan kemandirian dari pesertanya.

“Prakerja butuh yang namanya kemandirian, inisiatif dari pesertanya,” kata Denni di diskusi virtual bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, dilansir dari Tribunnews.com (21/06/2021).

Program Prakerja bukan program yang meninabobokan pesertanya.

Denni berujar masyarakat yang mindsetnya menganggap Program Parakerja itu bansos adalah salah.

“Sekali lagi ini on demand aplication. Tidak mendaftar ya tidak dapat. Jangan berharap ada orang yang mendatangi kemudian segala macam,” ujar Denni.

Program ini merupakan program semi bantuan sosial di masa pandemi, yang jika Indonesia keluar dari pandemi kemudian, programnya akan kembali kapada pola normalnya.

Sehingga masyarakat menganggur yang ingin mendapatkan manfaat dan insentif dari program ini harus mendaftar.

Denni mengatakan hanya dibutuhkan waktu selama 20 menit berdasarkan survei untuk mendaftar program ini.

Tentu saja dibutuhkan usaha dan kemauan calon peserta untuk mendapat manfaat dari program ini.

“Anda menganggur, anda maunya didaftarkan ya sampai hari akhir tidak akan menjadi penerima program kartu prakerja,” katanya. (Uli)