Malaysia Melakukan Tes Swab Covid-19 Terhadap Orangutan Kalimantan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 14 September 2021
loading...

Indolinear.com, Malaysia – 30 orangutan yang terancam punah di Malaysia menjalani tes swab virus corona atau Covid-19.

Para dokter hewan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) dalam melakukan tugasnya melakukan swab test terhadap orangutan.

Tes antigen terhadap makhluk berambut merah yang berada di wilayah negara bagian Sabah, pulau Kalimantan itu dilakukan pada Selasa lalu.

“Semuanya kembali menunjukkan hasil negatif,” kata pejabat satwa liar di wilayah tersebut.

Dikutip dari Tribunnews.com (13/09/2021), tes ini merupakan tes virus corona pertama yang dilakukan pada orangutan di negara itu.

Langkah ini diambil setelah staf di pusat rehabilitasi dan taman margasatwa kawasan tersebut terinfeksi Covid-19.

Seperti yang disampaikan Asisten Direktur Departemen Satwa Liar Sabah, Sen Nathan.

“Pengujian untuk Covid-19 telah menjadi alat vital dalam membantu kami melewati pandemi ini, dan juga penting bagi populasi orangutan ini. Penyakit ini terbukti sangat merugikan kesehatan dan menghambat rehabilitasi mereka,” kata Nathan.

Sementara itu, dokter hewan pun akan terus memantau kondisi hewan tersebut dan tes akan dilakukan secara teratur.

Akhir-akhir ini, beberapa hewan memang disebut turut terinfeksi Covid-19.

Pada akhir pekan lalu, kebun binatang di Atlanta, Amerika Serikat (AS), mengumumkan bahwa beberapa gorilanya telah positif terinfeksi Covid-19 setelah menjalani tes.

Begitu pula dengan kucing, anjing dan setidaknya satu musang.

Malaysia pun kini sedang memerangi wabah Covid-19 yang melonjak karena didorong oleh penyebaran varian Delta yang diketahui sangat menular dan telah mencatat ribuan kasus serta ratusan kematian setiap harinya.

Wilayah Sabah yang terletak di ujung timur laut Kalimantan serta merupakan rumah bagi hutan yang luas dan hewan langka pun turut menghadapi lonjakan kasus.

Kelompok perlindungan International Union for Conservation of Nature mengklasifikasikan orangutan Kalimantan sebagai hewan yang ‘sangat terancam punah’.

Bahkan WWF menyebut populasi hewan ini telah menurun lebih dari 50 persen selama 60 tahun terakhir.

Hal itu karena habitat hutan hewan telah banyak ditebang untuk dijadikan perkebunan pertanian. (Uli)