Malaysia Akan Membuka Kembali Parlemen Pada 26 Juli

FOTO: beritasatu.com/indolinear.com
Rabu, 7 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, kuala lumpur – Pemerintah Malaysia mengumumkan Selasa (6/7/2021) bahwa parlemen akan lanjut bekerja pada 26 Juli. Seperti dilaporkan AP, parlemen mengalah pada tekanan dari raja untuk mencabut penangguhan legislatif di bawah darurat pandemi Covid-19 yang diberlakukan pada Januari.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin memperoleh persetujuan kerajaan pada Januari untuk menyatakan keadaan darurat pandemi hingga 1 Agustus guna mengekang lonjakan kasus virus corona.

Tetapi para kritikus mengecam keputusan itu sebagai tipu muslihat Muhyiddin untuk membantunya tetap berkuasa di tengah tantangan terhadap kepemimpinannya baik dari oposisi maupun dari dalam koalisi.

Keadaan darurat itu menangguhkan parlemen tetapi tidak mencakup tindakan lain. Pemerintah Muhyiddin tetap memegang kendali dan memiliki kekuatan luar biasa untuk memberlakukan undang-undang tanpa persetujuan parlemen.

Kritikus mencatat infeksi harian melonjak menjadi lebih dari 9.000 kasus pada Mei. Jumlah itu naik hampir lima kali lipat ketika keadaan darurat diberlakukan. Lonjakan kasus mendorong pemerintah untuk memberlakukan penguncian skala besar sejak Juni yang melarang kegiatan sosial dan bisnis. Infeksi baru masih melebihi 6.000 per hari, dengan total yang dikonfirmasi di negara itu menembus 785.000 kasus dan kematian melebihi 5.400 kasus.

Muhyiddin sebelumnya memperkirakan Parlemen dapat dibuka kembali paling cepat pada September, tetapi raja negara itu bersikeras bahwa itu harus dilanjutkan sesegera mungkin.

“Sidang akan bertujuan untuk menjelaskan kepada anggota tentang rencana pemulihan nasional” dan untuk mengubah undang-undang yang diperlukan untuk memungkinkan proses hibrida ke depan,” kata Kantor Perdana Menteri, seraya menambahkan semua pernyataan dan peraturan yang dikeluarkan selama keadaan darurat akan diserahkan ke kedua majelis Parlemen untuk disetujui, dilansir dari Beritasatu.com (06/07/2021).

Muhyiddin mengambil alih kekuasaan pada Maret 2020 setelah menghasut runtuhnya aliansi reformis yang memenangkan pemilihan 2018. Pria berusia 74 tahun itu bergabung dengan oposisi untuk membentuk pemerintahan Melayu-sentris. Tapi pemerintahan Muhyiddin goyah dengan mayoritas tipis di parlemen. Dukungan untuk kepemimpinan sang perdana menteri tidak dapat diuji karena parlemen ditangguhkan. (Uli)