Malam Sebelum Pencoblosan Rawan Serangan Fajar

FOTO: sopy/indolinear.com
Minggu, 14 April 2019

Indolinear.com, Tangsel – Kota Tangsel masih masuk katagori rawan menjadi sasaran politik uang jelang hari pencoblosan pada 17 April nanti, melihat kerawanan tersebut Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel pun akan melakukan patroli pada sehari sebelum pencoblosan nanti.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep, dalam kegiatan Media Meeting, di salah satu restoran kawasan Serpong.

Menurut Acep, potensi tersebut dilihat dari beberapa kali Kota Tangsel melakukan pesta demokrasi, mulai dari Pilkada 2010, sampai yang terkahir Pilgub 2017. Rupanya praktek politik uang masih tetap berjalan.

Dan pecahan uang yang biasa dibagikan kepada para pemilih biasanya mulai dari besaran Rp 50 ribu sampai 150 ribu untuk satu amplop. Di distribusi amplop tersebut biasanya dilakukan oleh tim pemenangan yang berada di tingkat lingkungan.

“Nanti secara nasional akan dilakukan siaga patroli anti politik uang. Dan Tangsel masih katagori rawan untuk pratek politik uang atau bahasa umumnya ialah serangan fajar,” ungkap Acep.

Analisis lebih lanjut yang disampaikan Acep ialah, melihat pertarungan politik sebenarnya adalah di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dan dengan jumleh per TPS yang hanya 300 pemilih akan lebih mudah untuk dipetakan.

“Dengan begini para pelaku penyebar uang ini akan lebih mudah memetakannya, siapa saja yang mendukungnya dan yang tidak mendukungnya. Sehingga di sinilah praktek politik uang ini dimulai. Dari ragam analisa itu pula kami akan melakuka patroli ketat dan kalau ada yang tertangkap tangan maka akan langsung di proses secara hukum,” tegasnya..

Sedangkan untuk wilayah edar atau distribusinya, Acep menyebutkan berdasarkan pengalaman Pilkada 2010 lalu. Terdapat edaran politik uang mulai dari Pamulang, Ciputat sampai Setu, Serpong dan Serpong Utara.

Dan untuk titik-titiknya itu, menurut Acep yang paling rentan ialah di wilayah-wilayah lingkungan perkampungan. Dimana di wilayah tersebut masih ada kelompok masyarakat pragmatis.

Sementara itu Divisi Pengawasan Bawaslu Kota Tangsel, Salamet Santosa, mengatakan pengawasan itu pun tidak hanya pada pelaku penyebar politik uang tehradap pemilih saja.

Tetapi para penyelenggara di tingkat kelurahan dan di bawahnya juga akan ikut serta diawasi. Agar proses Pemilu nanti berjalan dengan lancar dan bersih.

“Penyelenggara pun tidak luput dari pengawasan kami. Artinya kami juga mengajak masyarakat dan teman-teman media mari kita sama-sama melakukan pengawasan sampai pesta demokrasi ini berjalan bersih dan lancar,” ungkapnya. (sopy)