Malala Yousafzai, Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Termuda 2014

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 12 November 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Malala Yousafzai, dikenal sebagai pemenang hadiah Nobel Perdamaian termuda pada 2014.

Ketika ia masih muda, Malala menentang Taliban di Pakistan dan menuntut agar anak perempuan diizinkan untuk menerima pendidikan.

Pada 2012, Malala ditembak di kepala oleh seorang pria bersenjata, tetapi ia selamat.

Lebih lanjut, siapakah Malala Yousafzai?

Melansir dari Tribunnews.com (10/11/2021), Malala Yousafzai merupakan seorang advokat pendidikan Pakistan.

Wanita termuda yang menerima Novel Perdamaian tersebut selamat dari upaya pembunuhan oleh Taliban pada 2014 ketika berusia 17 tahun.

Insiden tersebut terjadi pada 9 Oktober 2012 ketika Malala Yousafzai dalam perjalanan pulang sekolah menaiki bus bersama teman-temannya.

Malala Yousafzai menjadi advokat untuk pendidikan anak perempuan ketika ia sendiri masih anak-anak.

Hal itu memancing Taliban mengeluarkan ancaman pembunuhan terhadapnya.

Masa muda Malala Yousafzai

Malala Yousafzai lahir pada 12 Juli 1997 di Mingora, Pakistan, terletak di Lembah Swat negara itu.

Kampung halaman Malala Yousafzai menjadi tempat wisata populer yang dikenal dengan festival musim panasnya.

Daerah itu mulai berubah ketika Taliban mencoba mengambil alih.

Malala Yousafzai, dikenal sebagai pemenang hadiah Nobel Perdamaian termuda pada 2014, berikut ini profil singkatnya.

Penghargaan yang diterima Malala Yousafzai

Pada Oktober 2013, Parlemen Eropa memberikan Malala Yousafzai Hadiah Sakharov untuk Kebebasan Berpikir sebagai pengakuan atas karyanya.

Pada Oktober 2014, Malala Yousafzai menjadi orang termuda yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian di usia 17 tahun.

Malala Yousafzai menerima penghargaan tersebut bersama aktivis hak anak India, Kailash Satyarthi.

Ia pertama kali dinominasikan untuk Nobel pada 2013 tetapi tidak menang.

Pada Maret 2014, Malala Yousafzai kembali dinominasikan.

Pidato selamat yang disampaikan Perdana Menteri Pakistan Nawas Sharif menyebut Malala Yousafzai sebagai kebanggaan Pakistan.

“Ia telah membuat orang-orang sebangsanya bangga,” katanya.

“Prestasinya tak tertandingi dan tiada bandingnya. Anak perempuan dan laki-laki di dunia harus memimpin perjuangan dan komitmennya,” tegas Nawas.

Mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menggambarkan Malala Yousafzai sebagai “pendukung perdamaian yang berani dan lembut yang, melalui tindakan sederhana pergi ke sekolah, menjadi global guru.”

Pada April 2017, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menunjuk Malala Yousafzai sebagai Utusan Perdamaian PBB untuk mempromosikan pendidikan anak perempuan.

Pengangkatan tersebut merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh PBB untuk periode awal dua tahun.

Malala Yousafzai juga diberikan kewarganegaraan kehormatan Kanada pada April 2017.

Ia merupakan orang keenam dan termuda dalam sejarah negara itu yang menerima kehormatan itu.

Kutipan populer dari Malala Yousafzai

“Pendidikan bukan timur atau barat. Pendidikan adalah pendidikan dan itu hak setiap manusia.”

“Jika saya memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian, itu akan menjadi peluang besar bagi saya, tetapi jika saya tidak mendapatkannya, itu tidak penting karena tujuan saya bukan untuk mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian, tujuan saya adalah untuk mendapatkan perdamaian dan tujuan saya adalah untuk melihat pendidikan setiap anak.”

“Teman-teman yang terkasih, pada 9 Oktober 2012, Taliban menembak saya di sisi kiri dahi saya. Mereka juga menembak teman-temanku. Mereka mengira peluru itu akan membungkam kami, tetapi mereka gagal.”

“Saya masih Malala yang lama. Saya masih mencoba untuk hidup normal tetapi ya, hidup saya telah banyak berubah.”

Pernikahan Malala Yousafzai

Malala Yousafzai mengumumkan pernikahannya dengan Asser Malik, Selasa (9/11/2021).

“Hari ini menjadi hari paling berharga dalam hidupku saya,” tulisnya di media sosial.

“Asser dan saya mengikat janji untuk menjadi pasangan seumur hidup.”

Untuk hari besarnya itu, Malala Yousafzaimemilih gaun pink lembut bertahtakan permata dan hijab, sementara Malik mengenakan setelan hitam klasik, dengan dasi satin pink.

Malala Yousafzai mengatakan mereka menggelar upacara pernikahan Islam sederhana, di rumah mereka di Birmingham, Inggris.

“Tolong kirimkan doa Anda untuk kami,” tambah Malala.

“Kami bersemangat untuk berjalan bersama untuk perjalanan ke depan.” (Uli)