Makna Musik Bagi Ditto Dan Ayudia, Makin Kompak Menggarap Band

FOTO: brilio.net/indolinear.com
Sabtu, 12 Oktober 2019

Indolinear.com, Jakarta – Kisah pasangan romantis Ayudia dan Ditto Percussion sukses membuat banyak orang ikut iri. Sebab perjalanan kisah cinta yang berlika-liku ternyata berhasil membentuk keharmonisan yang sudah dibuktikan hingga sekarang. Bahkan keduanya kini tengah mendalami bidang yang sama di dunia musik.

Belum lama ini keduanya telah menggelar konser Dengarkan Dia Showcase #RinduYogyakarta di Jogjakarta National Museum. Dilansir dari Brilio.net (10/10/2019), keduanya berbagi cerita mengenai awal mula terjun di dunia musik.

Ternyata musik memang sudah mendarah daging di diri Ditto sejak SD. Hingga akhirnya mereka berdua bertemu saat duduk di bangku SMP dan memutuskan untuk membentuk grup band bersama.

“Memang ketemu Ayu di SMP kita buat band bareng” ungkap Ditto.

Namun, saat mereka berlanjut ke jenjang SMA, Ayu memilih fokus di dunia akting. Meski begitu, Ditto tetap setia dan mengejar bakatnya di dunia musik.

Sempat kehilangan kontak ternyata takdir mempertemukan mereka kembali di pernikahan persis yang telah terkisah di film  Teman Tapi Menikah yang mengangkat perjalanan cinta Ayudia dan Ditto. Film ini sudah beredar di bioskop beberapa bulan lalu.

Keduanya pun kini menjadi sepasang suami istri yang berawal dari hubungan persahabatan. Saat itu, Ditto berdiskusi dengan Ayu mengenai niatnya untuk mengembalikan memori saat SMP untuk membentuk grup band kembali.

Meski sempat menolak, Ayu pun akhirnya luluh dan menyetujui permintaan Ditto. Di tengah perjalanannya di dunia musik bersama Ditto, dia merasa nyaman dan semakin terpacu untuk menghibur banyak orang dengan karya mereka. Tak hanya  itu, mereka bahkan bercita-cita untuk menciptakan lagu hingga mengisi soundtrack film.

Kesuksesan pasangan ini salah satunya karena minat Ditto sejak kecil mempelajari alat musik perkusi. Menurut Ditto ia bingung mengungkapkan alasannya kenapa sangat mencintai alat musik satu ini. Ia menjelaskan, secara teknik perkusi bukanlah unsur yang wajib dalam sebuah band atau pagelaran musik, namun dengan tambahan perkusi bisa menambah warna dari musik yang ditampilkan. Selain itu perkusi juga bisa membuat rithem musik layaknya drum yang mendasari nada terbentuk.

“Dari kecil gue emang suka main alat musik pukul kaya gendang jawa, gendang sunda bahkan pas drum band gue udah main perkusi, yaudah lanjur belajar sampai sekarang”

Ia mengaku, perkusi bukan alat musik yang membosankan karena saking banyaknya elemen di dalamnya. Sehingga bisa mengobati dirinya yang mudah bosan. (Uli)