Mahathir Akan Mundur meski Anggota Parlemen Mendukungnya Sampai Akhir Periode

FOTO: inews.id/indolinear.com
Minggu, 16 Februari 2020

Indolinear.com, Langkawi – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan tetap akan mundur dan menyerahkan jabatannya kepada Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim setelah KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang berlangsung pada November 2020.

Seperti diketahui sebanyak 138 anggota parlemen atau Dewan Rakyat telah meneken deklarasi hukum (SD) agar pria 94 tahun itu menjabat sampai akhir periode yakni 2022.

“Saya akan menepati janji. Saya tidak terlibat dalam kegiatan lain (penandatangan SD). Apa yang saya katakan adalah akan mengundurkan diri,” kata Mahathir, dikutip dari Inews.id (15/02/2020).

Lebih lanjut Mahathir mengatakan bahwa dia telah bertemu dengan Anwar Ibrahim di kantornya untuk membicarakan masalah ini.

Pertemuan yang berlangsung di Putrajaya itu juga dibenarkan oleh Anwar. Menurut dia, pertemuan tersebut membahas transisi kepemimpinan.

Anwar juga menegaskan bahwa Mahathir tidak pernah terlibat dalam upaya untuk memperpanjang masa jabatannya, termasuk soal penandatanganan deklarasi dukungan tersebut.

Sejauh ini ada 138 anggota parlemen yang meneken dari total 222 kursi di Dewan Rakyat. Artinya hanya butuh 10 dukungan lagi untuk mencapai dua per tiga suara sehingga bisa membuat Mahathir tetap menjabat sampai akhir periode.

Bahkan dukungan itu juga datang dari anggota partai pendukung pemerintah Pakatan Harapan. Ada 63 anggota parlemen dari koalisi Pakatan Harapan yang ikut meneken SD.

Hal yang lebih mengejutkan, dari 63 dukungan, 26 di antaranya berasal dari PKR yang dipimpin Anwar Ibrahim, mengindikasikan adanya perpecahan di internal partai.

Lebih jauh Anwar mengatakan masalah transisi kekuasaan akan diputuskan dalam pertemuan dewan kepresidenan Pakatan Harapan pada 21 Februari 2020.

Candaan Mahathir untuk Media

Mahathir menyindir media yang terkesan memanfaatkan isu transisi kekuasaan ini serta hubungannya dengan Anwar.

“Anda (jurnalis) menikmatinya. Jika ada kontroversi baru, Anda bisa menulis cerita. Untuk pers, jika saya dan Anwar bertarung di pertandingan tinju, Anda akan lebih senang karena bisa menulis cerita yang banyak,” katanya dengan nada bercanda.

Pada kesempatan itu dia menegaskan tak menyalahkan para pemimpin partai koalisi Pakatan Harapan yang memberikan berbagai komentar soal transisi kekuasaan serta hubungannya dengan Anwar. Menurut Mahathir mereka hanya menjawab pertanyaan jurnalis apa adanya. (Uli)

INDOLINEAR.TV