Mahasiswa Kedokteran Syok, Mayat Untuk Praktik Bedah Ternyata Teman Sendiri

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Jumat, 24 September 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Seorang mahasiswa kedokteran merasa sangat syok ketika sedang praktik anatomi tubuh manusia menggunakan mayat.

Mayat yang sudah diawetkan untuk bahan praktik mahasiswa kedokteran yang biasa disebut kadaver itu ternyata temannya sendiri.

Enya Egbe, mahasiswa dari Nigeria itu, langsung keluar dari ruang praktik sambil menangis begitu melihat mayat temannya terbaring di meja operasi bersama dua jenazah lainnya, dilansir dari Dream.co.id (22/09/2021).

Sahabat yang Dikenal Selama Tujuh Tahun

Mahasiswa University of Calabar itu sangat kaget begitu melihat jenazah temannya yang bernama Divine dijadikan sebagai bahan praktik bedah anatomi.

Menurutnya, Divine adalah seorang teman yang dikenalnya selama tujuh tahun terakhir. Enya yakin Divine menjadi korban pembunuhan.

Hal itu terungkap setelah Enya menemukan ada dua luka akibat ditembus peluru di bagian dada kanannya.

” Kami selalu pergi ke klub bersama. Ada dua luka peluru di dada kanannya,” ujar mahasiswa berusia 26 tahun itu.

Mayat Tak Bertuan Dijadikan Kadaver

Kata Enya, di sekitar tempat tinggalnya memang sering terjadi insiden orang hilang atau penemuan mayat tanpa identitas.

Menurut hukum di Afrika Barat, setiap mayat yang tidak diklaim oleh keluarga atau tanpa identitas akan menjadi milik pemerintah.

Mayat tersebut kemudian diawetkan menjadi kadaver dan diserahkan ke sekolah kedokteran untuk bahan praktik anatomi atau bedah.

Sebelumnya Dinyatakan Hilang

Setelah penemuan yang mengejutkan itu, Enya segera menghubungi keluarga Divine yang selama ini tidak mengetahui keberadaannya.

Sebelumnya keluarga berusaha mencari keberadaan Divine. Mereka bahkan sudah menghubungi tiga kantor polisi tetapi upaya tersebut gagal.

Berkat Enya, keluarga akhirnya bisa menemukan jenazah Divine. Ternyata Divine menjadi korban penembakan oleh oknum polisi setempat.

Mengalami Gangguan Psikologis

Sementara itu, sejak mendapati mayat temannya jadi bahan praktik, Enya dilanda masalah psikologis.

Setiap kali berada di ruang praktik, Enya seolah melihat Divine berdiri di pintu masuk ruang tersebut.

Gangguan ini membuat Enya harus menunda kuliahnya, dan baru lulus setahun setelah teman-teman sekelasnya. (Uli)