Mahasiswa Ini Bayar UKT Pakai Uang Receh Yang Ditabung Sekeluarga

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Sabtu, 22 Agustus 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Baru-baru ini seorang mahasiswa menjadi viral di media sosial lantaran upayanya dalam membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) menggunakan uang koin receh seberat 17,5 kilogram yang telah ditabung bersama keluarganya sejak beberapa bulan belakangan.

Lantas kejadian tersebut ia tuliskan ke dalam sebuah thread di akun Twitter pribadi miliknya @hewanberbicara.Saeful Margasana berupaya menjelaskan kronologis perjuangannya agar bisa membayar uang UKT sebesar Rp 3,5 juta.

“BTW UKT gw UKT 4 dan nominal yg harus di bayarkan 3,5 jt kembalian 20k dan alhamdulillah nya uang nya sampe segitu, yg gw pisahin per 100k setiap bungkus pelastiknya, jadi total beratnya 17,5 kg” tulis utasnya, dilansir dari Merdeka.com (21/08/2020).

Bermula dari Kebiasaan Keluarganya Mengumpulkan Koin

Dalam utasnya, Saeful menjelaskan jika uang tersebut ia dapatkan dari kebiasaan di keluarganya yang selalu mengumpulkan uang receh. Ketika itu sang adik yang kerap kesiangan selalu menaruh uang logam ke dalam botol air mineral kecil.

Lantas kegiatan tersebut berlanjut hingga diikuti oleh ibunya yang merupakan seorang penjual gorengan dan bapaknya yang seorang penambal ban setiap mendapatkan uang koin.

“Jadi uang ini tuh awalnya adek gw iseng2 masuk2in uang 1.000 logam ke botol aqua yg kecil, karna ke siangan itu ibu bapak gw nerusin kebiasaan masukin uang receh 1.000 ke botol, setiap ibu gw abis jualan gorengan keliling ada uang 1.000 di masukin,” tulis Saeful pemilik akun Twitter @hewanberbicara.

“Dan setiap ada yg isi angin pasti di masukin, dan kalau ada yg tambal ban juga di rumah pasti masukin uang seribuan, pokok nya 1 rumah kalau ada uang 1.000 logam harus di masukin ke botol, bapak ibu sering bngt ngingetin buat kumpulin receh itu,” tulisnya.

Sempat Ditolak di Bank

Ketika itu Saeful pun mencoba menukarkan uang koin yang telah ia dan keluarganya kumpulkan dengan berat total 17,5 kg ke dua lokasi bank yang cukup jauh dari rumahnya.

Namun ketika sampai di bank pertama, penukaran tersebut gagal lantaran server sedang down dan di bank kedua juga ditolak. Menurutnya, saat hendak menukarkan di lokasi bank kedua tersebut, mereka tidak memiliki alat penghitung uang koin.

“dri BNI gw ke Bank mandiri setelah antri sekitar hampir 1 jam ternyata bank mandiri gak bisa nerima uang receh seribuan ini karna kata mereka gak ada alatnya buat ngitung (padahal bisa di itung manual)” paparnya.

Menukarkannya ke Mini Market

Menurut mahasiswa yang tinggal di Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten tersebut dalam keterangan tertulisnya jika ia berusaha menukarkannya ke beberapa mini market untuk ditukarkan menjadi pecahan uang kertas agar mudah untuk dibayarkan.

“Shalat udah, makan pun udah, tinggal otw ya kan cari alfa2 yg mau terima, dan alhamdulillah pada mau terima, makasih” tulisnya.

Gagal Membayar Uang Kuliah di Hari Tersebut

Menyedihkannya, mahasiswa tersebut berupaya kembali ke bank untuk melakukan pembayaran kembali uang UKT kampusnya. Namun nahas, saat kembali ke bank, banyak yang sudah tutup. Sehingga ia berupaya membayarkannya lagi esok hari.

“Karna tadi tukerin recehnya selesai sebelum jam 3 akhirnya otw ke bank lagi, dengan harapan masih buka bank nya, Tapi pas udh sampe bank nya pada tutupSneezing face Terpaksa deh besok balik lagi” paparnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: