Mahasiswa Di Tulungagung Ini Berangkat Wisuda Naik Traktor

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Minggu, 22 November 2020
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Tulungagung – Pemilik akun facebook bernama Imam Muhtarom membagikan cerita unik mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung yang menghadiri wisuda dengan sebuah traktor.

Sebagaimana wisudawan pada umumnya, ia pun tampak semringah saat duduk di atas gerobak yang dipasang di belakang traktor. Sementara itu, tampak seorang pria di depannya menjalankan traktor. Ia membawa sang wisudawan dari rumahnya menuju kampus IAIN Tulungagung.

Sontak, kejadian itu pun menarik perhatian orang-orang yang berada di lokasi wisuda. Mereka pun tampak heran menyaksikan kehadiran wisudawan yang naik traktor itu. Saat dikonfirmasi, rupanya keputusan mahasiswa tersebut hadir pada perayaan wisuda menggunakan traktor bukan tanpa sebab.

Prosesi wisuda ke-27 IAIN Tulungagung sendiri digelar secara drive thru guna menghindari kerumunan orang di tengah pandemi Covid-19. Dalam prosesi itulah, mahasiswa program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Ahmad Misbahul Munir nekat hadir dengan menaiki gerobak yang ditarik mesin traktor pembajak sawah.

Dalam prosesi wisuda yang digelar Sabtu (14/11/2020), traktor tersebut harus mengantre bersama kendaraan mahasiswa lain. Misbahul tampak santai duduk di atas gerobak dengan mengenakan kostum toga.

Saat panggilan tiba, traktor yang membawa Misbahul bergerak menuju lokasi wisuda. Ia kemudian turun dari gerobak dan menuju mimbar rektor untuk prosesi pemindahan kucir, dilansir dari Merdeka.com (21/11/2020).

Alasan Naik Traktor

Misbahul mengaku sengaja mengendarai mesin traktor sebagai bentuk penghormatan terhadap profesi orang tuanya.

“Walaupun tak punya Avanza tapi bengkok (Sawah) bapak saya luas. Makanya pakai ini,” ungkapnya, Minggu (15/11/2020).

Ia berpesan kepada seluruh mahasiswa agar tetap bangga terhadap kedua orang tua, apapun profesinya.

“Tetap banggalah terhadap kedua orang tua, apapun profesinya banggalah. Karena suatu saat nanti juga jadi orang tua, pasti juga dibanggakan oleh anak-anak,” terangnya.

Tak Pilih Wisuda Virtual

Kasubbag Humas IAIN Tulungagung Ulil Abshor mengatakan, wisuda secara drive thru sengaja dipilih guna meminimalisir terjadinya penularan Covid-19.

“Sebetulnya kami punya tiga pilihan, yakni wisuda virtual, kemudian wisuda drive thru dan wisuda tatap muka dengan menerapkan protokol secara ketat,” ungkapnya.

Berdasarkan pertimbangan dan saran dari berbagai elemen kampus, akhirnya IAIN Tulungagung  memilih wisuda secara drive thru. Pihaknya mengaku tidak memilih wisuda virtual lantaran dinilai kurang greget.

Moda Transportasi

Ulil menambahkan, prosesi wisuda drive thru 1.582 mahasiswa S1 hingga S3 itu dibagi menjadi empat gelombang dan dilaksanakan selama empat hari, yaitu tanggal 10, 11, 12, dan 14 November. Pihak kampus mempersilakan para mahasiswa untuk memilih sendiri moda transportasi yang akan digunakan.

“Ada yang pakai mobil, sepeda motor, ada juga yang pakai sepeda, delman, termasuk ada juga yang naik traktor. Kami memang tidak melarang,” jelasnya.

Pihaknya menilai kreasi wisudawan yang datang dengan kendaraan unik sebagai salah satu wujud luapan kegembiraan telah lulus dari pembelajaran di IAIN Tulungagung.

“Seperti yang disampaikan Pak Rektor, Wisuda ke-27 ini merupakan adalah wisuda terakhir di IAIN Tulungagung, karena saat ini adalah masa transisi, peralihan status dari IAIN menjadi UIN (Universitas Islam Negeri),” pungkas Ulil Abshor. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: