Mahasiswa Aceh Ciptakan Robot Pengintai Saat Perang

Kamis, 18 Februari 2016

Indolinear.com – Setelah robot tank, anak-anak bangsa masih terus berkreasi di bidang pertahanan dan keamanan. Empat mahasiswa Aceh berhasil membuat purwarupa robot mata-mata berbasis android pertama di Bumi Serambi Mekkah.

Meski masih berbentuk purwarupa, di mana masih menggunakan dan mobil mainan yang dikendalikan melalui remote control, namun fungsinya diklaim sangat penting dalam melakukan kegiatan mata-mata. Alat ini juga dikendalikan secara nirkabel.

“Fungsinya untuk mengintai darat. Saat ini buatnya masih prototipe, bentuknya robot yang dipasangkan kamera,” ujar penggagas robot mata-mata, Muhammad Alfi yang juga mahasiswa Politeknik Aceh ini.

Alfi menambahkan, untuk memudahkan pengendalian, mereka membuat software khusus berbasis android. Lewat cara ini, robot tersebut bisa dikendalikan dengan mudah melalui internet maupun wifi. Sistem pengendalinya pun hampir sama dengan drone.

Tak hanya itu, untuk memproses data-data yang didapatkan, mereka juga menggunakan komputer Raspberry Pi, sebuah komputer murah yang dapat dibawa ke mana-mana dan tidak perlu menggunakan daya yang besar untuk menjalankannya.

“Sama dengan remote control biasa, mesin sudah komputerisasi dengan teknologi streaming yang bisa dilihat dari tampilan monitor. Apabila mobil ini jalan dalam gelap, otomatis menggunakan penglihatan malam.”

Robot mata-mata ini digagas oleh Alfi bersama tiga rekannya, Hernu Effendi, Hamdan Nugraha, dan Ferry Hafriza yang sama-sama berkuliah di jurusan Teknik Informatika. Proses pembuatannya pun tidak memakan waktu lama.

“Sebenarnya ini ide kawan-kawan di kelas. Saat itu pelajaran tentang pemrograman. Dari pada belajar aja, kami mencoba integrasikan software ke hardware, maka jadilah alat itu. Butuh waktu sebulan buatnya,” ungkap Alfi.

Karena robot buatan mereka masih berupa purwarupa, Alfi ingin menggandeng TNI/Polri untuk mengembangkan produknya tersebut. Alfi mengaku punya cita-cita alat buatannya bisa berukuran lebih kecil dibandingkan sekarang.

“Kami ingin besarnya seperti seukuran kartu kredit,” ucapnya.

Selain robot mata-mata, empat mahasiswa ini juga membuat sejumlah produk lainnya, seperti TeleponMurah Rakyat, Radio Bencana, Raspberry Pi Cluster, Drone, Astro Pi, Robot mata-mata, dan beberapa animasi Earth Hour. Mereka juga sedang merancang proyek luar angkasa. (uli)

 

Sumber: Merdeka.com

 

 

loading...